Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 17.20 WIB

Resepsi Pernikahan Horor, Pengantin Pria di Palembang Dibacok dan Ditodong Pistol Jelang Akad Nikah, Ini Kronologi Lengkapnya

Ahmad, pengantin pria di Palembang, berlari menghindari pelaku yang hendak membacok dia jelang akad nikah, Minggu (11/5). (Istimewa) - Image

Ahmad, pengantin pria di Palembang, berlari menghindari pelaku yang hendak membacok dia jelang akad nikah, Minggu (11/5). (Istimewa)

JawaPos.com – Momen bahagia Ahmad Anda, 31, berubah jadi mimpi buruk berdarah. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, ini nyaris meregang nyawa hanya beberapa menit sebelum mengucap ijab kabul.

Ia dibacok dan diancam ditembak oleh lima orang pria tak dikenal saat baru turun dari mobil di lokasi akad nikahnya, Minggu (11/5).

Insiden horor ini terjadi di Jalan Panca Usaha, Palembang, tepat saat keluarga mempersiapkan momen sakral pernikahan Ahmad dengan calon istrinya. 

Namun, secara mendadak empat pria datang dan langsung menyerang Ahmad secara brutal menggunakan parang dan pistol. Salah satu pelaku dikenali oleh Ahmad bernama Ian.

Suasana langsung kacau. Para tamu berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri. Ahmad tak sempat melawan. Dalam hitungan detik, tubuhnya bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam di kepala, tangan, dan kaki.

Korban segera dilarikan ke RSUD Bari Palembang dalam kondisi kritis dan kini dirawat intensif dengan perban hampir menutupi seluruh tubuhnya. Resepsi yang semestinya jadi kenangan terindah pun dibatalkan total.

Pihak kepolisian telah bergerak cepat. Polrestabes Palembang menyatakan tengah memburu para pelaku dan mendalami motif sebenarnya.

“Sementara info yang kami dapat motif penyerangannya adalah dendam lama para pelaku dengan korban, namun untuk jelasnya akan kita ungkap setelah para pelaku tertangkap," tegas Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, AKP Herri.

Saat ini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. "Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Kami akan kejar para pelaku dan ungkap motif di balik penyerangan ini seterang-terangnya,” ucapnya.

Ahmad, yang masih dalam kondisi lemah dan dipenuhi luka, akhirnya buka suara. Ia mengenali pelaku yang menodongkan pistol kepadanya. “Tiga pakai parang, satu pakai pistol. Yang megang pistol saya kenal, namanya Jono alias Ian,” ungkap Ahmad.

Ahmad menduga kuat serangan tersebut adalah aksi balas dendam. Ia mengungkap bahwa dirinya pernah berselisih dengan Ian pada 2019 lalu, terkait tuduhan sebagai informan polisi.

“Dia itu nuduh aku cepu (informan polisi), padahal aku tidak merasa. Kami pernah ribut di atas Jembatan Kertapati, aku diteriakin maling, aku lari, dia lari. Terus waktu dia sendirian, aku tusuk,” terang Ahmad.

Tragisnya, serangan kejam itu terjadi tepat di hari pernikahannya. Ahmad yang tak bersenjata hanya bisa lari menyelamatkan diri ke rumah warga sambil berlumuran darah.

“Pas dikejar dan kena bacok, aku lari masuk ke rumah warga. Awalnya dikira aku dikejar polisi karena ada suara tembakan. Tapi, setelah tahu kondisinya, aku langsung dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Diketahui, prosesi ijab qobul pernikahan Ahmad dengan sang istri pun tetap berlangsung. Namun, acara sakral itu digelar di rumah sakit dengan kondisi Ahmad tengah berbaring terluka.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore