Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 03.45 WIB

8 Hari, Polda Jabar Ringkus Ratusan Preman Lewat Operasi Pekat II Lodaya, Sudah Memakan 98 Korban

Puluhan preman dari sejumah tempat di Kabupaten Garut. (Antara) - Image

Puluhan preman dari sejumah tempat di Kabupaten Garut. (Antara)

JawaPos.com - Operasi Pekat II Lodaya 2025 berlangsung sejak delapan hari lalu di wilayah hukum Polda Jawa Barat (Jabar).

Sejak hari pertama hingga Jumat (9/5), Polda Jabar sudah meringkus ratusan preman. Jumlahnya mencapai 145 orang. Penangkapan ratusan preman itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan dari Pemerintah Pusat dan Mabes Polri. 

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan menyampaikan, berdasar data, sebanyak 36 dari 145 preman tersebut sudah masuk target Polda Jabar. Dia menyebut, 36 preman itu masuk dalam daftar 44 preman yang sudah diawasi oleh penyidik dan anak buahnya di lapangan. 

”36 dari 44 target operasi berhasil diungkap atau setara dengan 81,82 persen dari total target yang ditetapkan,” kata Rudi kepada awak media. 

Sisanya sebanyak 109 preman bukan target operasi polisi. Namun, aksi yang dilakukan oleh ratusan preman itu sudah memakan 98 korban.

Sehingga mereka juga diringkus oleh aparat kepolisian. Untuk penanganan kasus, Rudi menyampaikan bahwa total ada 99 kasus premanisme di Jabar. 

Tindak kriminal itu terjadi di terminal, pasar tradisional, proyek pembangunan, hingga kawasan sengketa tanah, dan tempat hiburan malam.

Dia menyampaikan, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti seperti 42 bilah senjata tajam, 1 airsoft gun, 15 sepeda motor, 4 mobil, 8 telepon genggam, 46 dokumen, dan uang tunai Rp 1.320.500. 

”Operasi ini melibatkan 935 personel, terdiri atas 185 anggota Polda dan 750 anggota dari satuan wilayah jajaran,” kata Rudi. 

Jenderal bintang 2 itu menegaskan bahwa operasi tersebut adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat. Polda Jabar, kata dia, sangat serius dan konsisten dalam menindak segala bentuk premanisme yang meresahkan warga. 

”Operasi ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan melalui kegiatan intelijen dan pembinaan masyarakat. Kami juga menyasar pelaku-pelaku yang beroperasi secara digital,” bebernya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore