
Proses evaluasi jenazah pendaki asal Jember yang tewas terjatuh ke jurang di lawasan Gunung Saeng, Bondowoso. (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com – Setelah melalui proses evakuasi yang penuh tantangan selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengangkat jenazah Fahrul Hidayatullah, 18, pendaki asal Jember yang terjatuh ke jurang Gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso. Evakuasi dilakukan pada Minggu (4/5) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, medan terjal dan berbatu di sekitar jurang menjadi salah satu hambatan utama dalam operasi tersebut. "Evakuasi berlangsung cukup dramatis karena kondisi tebing yang ekstrem dan sempit, ditambah faktor cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari dasar jurang, jenazah Fahrul dibawa secara estafet menuju posko SAR gabungan. Sekitar pukul 16.50 WIB, jenazah tiba di Puskesmas Pembantu Sumberwaru, kemudian langsung dirujuk ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk penanganan lebih lanjut.
Upaya penyelamatan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi. Selain tim dari Pos SAR Jember, Basarnas Surabaya juga mengirimkan satu tim tambahan untuk memperkuat proses evakuasi. Penambahan personel dilakukan setelah dua anggota tim SAR sebelumnya mengalami cedera akibat tertimpa batu saat berusaha mengevakuasi korban.
Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan, menyebut cuaca hujan dan kabut tebal membuat medan semakin berbahaya. “Kondisi licin dan minim visibilitas menjadi tantangan besar di lapangan,” ujarnya.
Fahrul sebelumnya ditemukan pada Jumat (2/5) setelah dilakukan pencarian udara menggunakan drone thermal. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter, pada titik koordinat 7° 56' 07.111" S dan 113° 43' 36.919" E. Lokasinya berjarak sekitar 54 meter dari titik awal ia terjatuh saat menuruni jalur pendakian bersama dua rekannya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pos SAR Jember, BPBD Bondowoso, Kodim 0822 Situbondo, Satgas Gunung Saeng, Brimob, Polres, serta sejumlah organisasi relawan seperti Siluman Rescue, OPA Jember, WANADRI, dan Gema Mahapeta. Peralatan seperti drone, alat vertical rescue, perlengkapan medis dan navigasi, serta alat komunikasi juga dikerahkan.
Basarnas mengimbau kepada para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan kesiapan fisik sebelum melakukan pendakian, serta tidak memaksakan diri ketika situasi tidak memungkinkan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
