
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Maria Ernawati. (Humas BKKBN)
JawaPos.com – Surabaya mencatatkan prestasi sebagai kota dengan jumlah pembentukan Satuan Pendidikan Siaga Kependudukan (SPSK) terbanyak di tahun 2025. Tak kurang dari 274 SSK dibentuk di berbagai satuan pendidikan, memperkuat upaya edukasi kependudukan sejak dini.
Pencapaian ini terungkap dalam kegiatan yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama pemerintah daerah di Kampus STIESIA Surabaya, Senin (28/4). Dalam kesempatan itu, BKKBN juga menegaskan pentingnya integrasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) ke dalam dokumen perencanaan daerah.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menekankan bahwa pembangunan kependudukan harus melibatkan berbagai sektor. "GDPK mengatur soal jumlah, kualitas, persebaran penduduk, dan data kependudukan. Ini bukan cuma tugas BKKBN, tapi kerja bersama seluruh kementerian, lembaga, dan dinas di daerah," ujarnya.
Bonivasius mengingatkan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Maka, program-program berbasis keluarga dan kependudukan harus menjadi pondasi kuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Kalau kita bicara soal SDM, dasarnya tetap keluarga. Dan pembinaan keluarga itu mulai dari edukasi sejak dini, termasuk lewat pembentukan SSK seperti yang dilakukan Surabaya," imbuhnya.
Selain Surabaya, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Malang juga menunjukkan kinerja kuat di bidang pendidikan kependudukan, masing-masing dengan 279 dan 166 SSK terbentuk.
Tak hanya soal pendidikan, Bonivasius juga menyoroti tantangan bonus demografi. Saat ini, sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif. Namun, ia mengingatkan bahwa peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika kualitas SDM terus ditingkatkan.
"Bonus demografi itu bukan otomatis menguntungkan. Pendidikan, skill, lapangan kerja, hingga pemberdayaan perempuan harus disiapkan serius," paparnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Maria Ernawati menambahkan, bahwa GDPK seharusnya menjadi panduan utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
"Target-target pembangunan SDM harus dikawal setiap tahun. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai kesejahteraan keluarga," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, beberapa daerah di Jawa Timur mendapat apresiasi atas kinerjanya. Kota Batu meraih nilai Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK) tertinggi kategori kota sebesar 78,7, disusul Kota Mojokerto (74,4) dan Kota Probolinggo (74,3). Sedangkan untuk kategori kabupaten, Lamongan menempati posisi puncak dengan nilai 73,5.
"Pembangunan kependudukan adalah investasi jangka panjang. Implementasi GDPK harus konsisten lintas pemerintahan, demi masa depan Indonesia yang lebih baik," tutur Bonivasius.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
