Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 19.51 WIB

Debat Panas Dedi Mulyadi vs Anak Lulusan SMA soal Larangan Perpisahan Sekolah: Kenangan itu Bukan saat Perpisahan tapi Proses Belajar 3 Tahun

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membagikan momen pertemuan dengan Dharma Wanita atau perkumpulan istri dari para pejabat di Pemprov Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membagikan momen pertemuan dengan Dharma Wanita atau perkumpulan istri dari para pejabat di Pemprov Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com - Debat panas mewarnai pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan seorang anak perempuan lulusan SMA yang mengkritik kebijakannya melarang acara perpisahan sekolah dan studi tur. 

Dedi yang tegas mempertahankan kebijakannya, beradu argumen dengan anak tersebut yang merasa perpisahan adalah bagian penting dari kenangan sekolah.

Awalnya, Dedi bertanya tentang status pendidikan sang anak yang hadir di hadapannya. "Lulus dari mana?" tanya Dedi. "Dari SMA, Pak. Mau lanjut kuliah," jawabnya.

Masuk ke topik utama, Dedi menanyakan pendapat anak tersebut mengenai kebijakannya dalam melarang perpisahan dan studi tour di sekolah yang ada di Jawa Barat.

Anak itu rupanya pandai bicara. Ia kemudian menyampaikan bahwa acara perpisahan bukan semata soal biaya, melainkan soal kebersamaan.

"Kalau nggak ada perpisahan, kita nggak bisa kumpul bareng, interaktif sama teman-teman, Pak," katanya.

Menanggapi itu, Dedi tetap bergeming. Ia mengingatkan bahwa kenangan indah bukan tercipta saat acara perpisahan, melainkan selama bertahun-tahun proses belajar.

"Kenangan itu bukan pada saat perpisahan. Kenangan indah itu saat belajar tiga tahun," ucapnya.

Saat anak tersebut menyebut kebijakan ini terasa tidak adil, Dedi memberikan solusi: jika ingin mengadakan perpisahan, lakukan secara mandiri tanpa melibatkan sekolah.

"Kumpul-kumpul aja sama teman. Tapi jangan bawa-bawa sekolah, biar kepala sekolah dan guru nggak kena bully soal pungutan," sarannya.

Debat ini pun mengundang perhatian warganet. Sebagian mendukung langkah Dedi karena dianggap pro-rakyat kecil, sementara sebagian lainnya menilai momen perpisahan tetap penting bagi perjalanan hidup siswa.

Kini, publik bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang 'menang' dalam debat ini: idealisme rakyat kecil atau kenangan tak tergantikan di bangku sekolah?

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore