Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 17.00 WIB

Ikuti Perkembangan Teknologi, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi memberikan pengarah dengan smartboard. (Istimewa) - Image

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi memberikan pengarah dengan smartboard. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemkab Langkat, Sumatera Selatan (Sumsel), menindaklanjuti rencana Presiden Prabowo Subianto yang menghadirkan televisi besar (smartboard) di sekolah. Smartboard dianggap bisa menunjang siswa belajar. Apalagi di tengah perkembangan teknologi era 5.0, pembelajaran tidak lagi bisa disampaikan secara konvensional.

"Kegiatan pembelajaran di Langkat saya harapkan secara bertahap mulai menggunakan smartboard. Harapan kami, anak-anak didik nantinya sudah siap menghadapi era digitalisasi menjadi generasi emas di tahun 2045," ujar Penjabat (Pj) Bupati Langkat Faisal, Jumat (20/12). Sebelumnya, Faisal meninjau fasilitas Smartboard di SMP 5 Srabat, Kabupaten Langkat pada awal pekan ini.

Selain menyiapkan smartboard, Pemkab Langkat juga membekali para guru dengan pelatihan-pelatihan pemanfaatan teknologi digital tersebut. "Saya berharap teknologi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh peserta didik dan seluruh masyarakat," imbuh Faisal.

Pada akhir tahun ini Pemkab Langkat memang belum membekali semua sekolah dengan Smartboard. Alasannya keterbatasan anggaran. "Tapi alhamdulillah sesuai amanah dari Bapak Presiden harus menciptakan sekolah-sekolah unggulan. Jadi kita ciptakan sekolah-sekolah yang unggul sebagai pilot project untuk percontohan," ungkapnya.

Sampai saat ini, setiap wilayah sudah didistribusikan perangkat smartboard. "Distribusi smartboard sudah mewakili wilayah aru, wilayah hulu, dan wilayah hilir. Semua sudah ada keterwakilan dari sekolah-sekolah unggul yang ada di Kabupaten langkat," katanya

Saat ini baru baru 84 SD dan 68 SMP yang sudah mendapat smartboard. "Kalau jumlah siswa penerima manfaatnya ada 91.437 (SD) dan 35.685 siswa SMP," ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi menambahkan, dunia mulai memasuki abad society 5.0. Perkembangan teknologi digital semakin pesat. "Teknologi digital sudah masuk ke semua sendi kehidupan, termasuk di dunia pendidikan," ungkapnya.

Untuk itu, tidak boleh ada lagi guru yang gagap teknologi. Guru di Kabupaten Langkat harus bisa mengoperasionalkan seluruh sistem pembelajaran teknologi IT sebagai bagian tak terpisahkan dari program smart teacher.

"Langkah untuk merealisasikannya (smart Teacher). Guru-guru di Kabupaten Langkat kami berikan pelatihan dan pengetahuan tentang digitalisasi dan teknologi IT. Jadi saat smartboard kita hadirkan, para guru sudah menguasai dan memahami pemanfaatannya," imbuhnya.

Saat ini, sistem pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sudah bukan masanya. "Ceramahnya hanya 15 menit. Sisanya melalui perangkat teknologi IT, termasuk penggunaan Smartboard ini," imbuhnya.

Saiful Abdi menjelaskan, dalam smartboard sudah mencakup seluruh mata pelajaran dan bisa dihubungkan dengan smartphone setiap peserta didik. "Gadget siswa tentunya bisa men-download smartboard dan materi yang didapat dari smartboard dapat dibawa ke rumah untuk pematangan pengetahuan," terangnya.

Smartboard juga bisa connect antara guru dan siswa kapan pun dimana pun. "Guru juga dari sini bisa mengawasi gadget siswa, baik itu di sekolah maupun di luar pekarangan sekolah," katanya.

Tuti Marmiati, Kepala SMP Negeri 4 Tanjungpura, Kabupaten Langkat mengapreasiasi kebijakan pemerintah Kabupaten Langkat yang fokus pada penguatan pendidikan melalui teknologi IT.

Selain pemberian fasilitas itu, guru-guru dan kepala sekolah juga diberikan pembekalan tentang pemanfaatan teknologi selama sepekan. "Saat kami ujicobakan di siswa sekolah, ternyata manfaatnya banyak sekali. Salah satunya ada perpustakaan digital. Dengan adanya smartboard kami menjadi memiliki berbagai jenis buku digital, termasuk juga buku-buku yang sesuai dengan umurnya untuk meningkatkan literasi numerasi di sekolah kami," terang Tuti.

Bahkan para siswa menjadi semakin semangat belajar. “Anak-anak jadi kecanduan. Mereka bilang bu, “kita belajarnya menggunakan smartboard” bu. kita belajarnya langsung connect internet," ujarnya menirukan usulan siswanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore