Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 23.22 WIB

Gus Kikin Bentuk Kabinet Pelangi PWNU Jatim 2024-2029

 

Ta

JawaPos.com–Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) membentuk Kabinet Pelangi dalam kepengurusan PWNU Jatim 2024-2029. Mereka mendapatkan Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 pada 9 September.

”Tidak mudah membentuk kabinet PWNU Jatim 2024-2029, karena kita mempertimbangkan adanya kebersamaan sesuai amanah Konferwil PWNU Jatim yang lalu, karena itu kita betul-betul mempertimbangkan regenerasi, kaderisasi, apresiasi, dan akomodasi daerah,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Ta'aruf PWNU Jatim 2024-2029 di Gedung PWNU, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), seperti dilansir dari Antara, Selasa (17/9).

Dalam acara ta'aruf dan penyerahan SK PBNU yang dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jatim 2024-2029 KH Anwar Manshur dan sejumlah Wakil Rais Syuriyah itu, Gus Kikin yang merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 (2020-sekarang) menjelaskan beberapa pertimbangan yang ada itu dibahas melalui musyawarah yang teliti.

”Untuk regenerasi dan kaderisasi, kami pertimbangan beberapa nama baru. Sedangkan untuk apresiasi dan akomodasi daerah dipertimbangkan melalui kebutuhan pembidangan kinerja ke depan,” ujar KH Abdul Hakim Mahfudz dalam ta'aruf yang juga dihadiri beberapa Wakil Rais Syuriyah, seperti KH Abd. Matin Djawahir, KH Moh Hasan Mutawakkil, dan KH Agoes Ali Masyhuri.

Menurut dia, nomenklatur pembidangan yang diprioritaskan antara lain keagamaan/dakwah, pendidikan/kebudayaan, organisasi/kelembagaan/ZIS, kaderisasi/SDM, pendampingan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, media/komunikasi, advokasi/HAM, saintek, lingkungan, dan kesehatan.

”Pembidangan itu bertujuan mengembalikan Jatim sebagai barometer NU dan merancang kerja nyata yang terukur-adaptif-produktif. Karena itu saya ucapkan terima kasih atas kesediaan para pengurus syuriyah dan tanfidziyah untuk bergabung. Kita kembalikan NU 1926 yang akomodatif/pelangi, musyawarah/kebersamaan, pendampingan jamaah,” papar KH Abdul Hakim Mahfudz.

Sementara itu Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abd. Matin Djawahir mewakili Rais Syuriyah KH Anwar Manshur menegaskan, NU bukan sekadar organisasi, tapi karomah dari Allah yang akan menjaga hingga kiamat, namun ikhtiar tetap harus ada.

”Ibarat perang Badar yang tetap harus ada sebagai ikhtiar, tapi kehendak Allah yang membuat jumlah kecil bisa menang, karena itu SK yang kita terima itu bukan anugerah tapi amanah dari Allah. Apalagi akhir-akhir ini ada tiga tantangan yakni fitnah NU versus PKB, fitnah NU versus Jatman/intern, dan fitnah NU versus Yaman/Habib,” terang KH Abd. Matin Djawahir.

 SK Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 itu ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Drs H Saifullah Yusuf, yang tanggal pengesahan pada 9 September 2024 hingga 9 September 2029.

Komposisi dan personalia PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029, yang terdiri atas Mustasyar (Dewan Penasihat), Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Tanfidziyah atau pengurus harian.

SYURIYAH

Rais: KH Anwar Manshur

Wakil Rais: KH Abd Matin Djawahir

Wakil Rais: KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore