Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional di Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah memanasnya isu pemakzulan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional di Surabaya.
Rakor yang diikuti oleh puluhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia tersebut, berlangsung lebih dari lima jam. Pantauan JawaPos.com, Gus Yahya tiba di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB.
Rakor diperkirakan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, setelah Gus Yahya masuk ke ruangan pertemuan. Namun, awak media tak diperkenankan masuk karena agenda digelar tertutup dan dijaga ketat oleh banser.
Rakor baru selesai pada Minggu (23/11) pukul 01.00 WIB. Menariknya, dari pantauan di lokasi sejak 19.00 WIB hingga rapat berakhir, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, absen hadir.
Kepada awak media, Gus Yahya mengatakan hasil rapat koordinasi di Surabaya, perwakilan PWNU se-Indonesia yang hadir tidak menghendaki dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.
"Pertama-tama mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Mereka khawatir saya mundur. Karena mereka dulu memilih saya, mereka akan kecewa kalau saya mundur," tutur Gus Yahya di Surabaya, Minggu (23/11).
Kakak kandung dari Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu juga menegaskan tidak akan mundur dari jabatan Ketum PBNU, meski isu pemakzulan terhadap dirinya kini menjadi sorotan publik.
"Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur, karena saya mendapatkan amanat dari Muktamar ini untuk 5 tahun. Ya, pada muktamar 34 yang lalu saya mendapatkan mandat 5 tahun," imbuhnya.
Sebagai informasi, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021 - 2025 dalam Muktamar NU ke-34. Artinya, ia sebenarnya masih memiliki sekitar 1 tahun untuk memimpin organisasi islam terbesar di Indonesia ini.
"Akan saya jalani selama 5 tahun. Insyaallah saya sanggup. Saya tidak terbersit pikiran untuk mundur. Mereka kami persilakan konsolidasi, saya hanya menyampaikan supaya pemahaman mereka utuh," tegas Gus Yahya.
Sebelumnya, isu pemakzulan Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketum PBNU mencuat setelah Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang berlangsung di Hotel Aston City, Jakarta pada Kamis (19/11).
Dalam rapat yang dihadiri oleh 37 dari 53 Pengurus Harian Syuriyah PBNU tersebut disimpulkan bahwa Gus Yahya harus mundur atau diberhentikan. Salinan risalah rapat tersebar luas di media sosial.
Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memuat lima poin. Pada poin terakhir, ditegaskan bahwa Gus Yahya diwajibkan mundur dari jabatan ketum PBNU segera dalam tiga hari.
”Jika dalam waktu 3 hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” bunyi risalah rapat tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
