Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 02.32 WIB

Komitmen Dukung Operasional Bisnis yang Berkelanjutan dengan Tekan Pemakaian Plastik

Sejumlah petugas dan masyarakat menimbang dan memilah sampah plastik di desa Teluknaga, Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2024). - Image

Sejumlah petugas dan masyarakat menimbang dan memilah sampah plastik di desa Teluknaga, Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2024).

JawaPos.com - PT Unilever Indonesia terus memperhatikan dampak operasional bisnisnya terhadap lingkungan. Salah satu komitmen emiten konsumer ini adalah untuk meminimalisasi pemakaian kemasan plastik melalui berbagai macam metode.

Head of Sustainability and Corporate Affairs Unilever Indonesia Nurdiana Darus dalam keterangan tertulis yang diterima mengatakan, pada 2023 pihaknya telah mengumpulkan dan memroses lebih dari 56.000 ton plastik, lebih dari yang perusahaan gunakan untuk menjual produk-produknya. Hal ini dicapai melalui berbagai inisiatif Bank Sampah dan RDF (Refuse-Derived Fuel).

Pengurangan penggunaan plastik, lanjutnya, merupakan wujud aksi nyata perusahaan demi operasional bisnis yang berkelanjutan.

Hal tersebut dikemukakan Nurdiana di sela sesi one-on-one Sustainability Action for Future Economy (SAFE) 2024. Ia juga mengutarakan, pengurangan plastik adalah satu dari empat fokus Unilever di dalam mengintegrasikan dan mengarusutamakan aspek-aspek keberlanjutan.

“Dalam era ketiga ini, kami benar-benar lebih fokus kepada empat isu, yaitu climate, plastic, nature, livelihood,” ujar Nurdiana, Rabu (7/8).

Strategi sustainability Unilever kini telah memasuki era ketiga. Era pertama adalah tentang menggaungkan urgensi permasalahan. Era kedua adalah tentang menetapkan berbagai ambisi jangka panjang. Era ketiga adalah tentang bagaimana memberikan dampak positif yang lebih cepat dan tidak terpisahkan dari kinerja bisnis.

“Target kami tetap ambisius namun realistis dengan menetapkan milestone dalam jangka pendek, medium, dan panjang,” tutur Nurdiana.

Ia menyebutkan, pada 2026 Unilever secara global menargetkan pengurangan penggunaan virgin plastic sebesar 30 persen. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 40 persen pada 2028. Virgin plastic sendiri merupakan jenis plastik yang diproduksi tanpa menggunakan material yang telah didaur ulang.

Pada sisi lain, di sesi SAFE 2024 bertajuk Sustainability: Integrating Sustainability Progress Into Business Practice, Nurdiana juga mengungkapkan bahwa Unilever Indonesia membina lebih dari 4.000 bank sampah. Fasilitas ini tersebar di 11 provinsi.

Unilever Indonesia juga mengelola puluhan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan waste collector/aggregator. Perusahaan pun membantu upaya pemberdayaan masyarakat untuk memilah dan mengumpulkan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi.
Pada 2022, Unilever Indonesia bekerja sama dengan peritel untuk menempatkan beberapa dropbox yang memudahkan konsumen memilah dan mengumpulkan sampahnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore