
Forum CEO Jatim sepakat berkolaborasi bersama Unicef untuk semakin peduli dengan anak-anak. (Istimewa)
JawaPos.com–Para pengusaha di Jatim yang tergabung dalam organisasi Forum CEO Jatim sepakat berkolaborasi bersama Unicef untuk semakin peduli dengan anak-anak. Perumusan itu ditandai dengan diskusi membahas peluang dan tantangan bertajuk An Evening with Business Leaders - Shape the Future.
Sekretaris Jenderal CEO Jawa Timur (Jatim) Jhony Thio Doran mengungkapkan, CEO Jatim sangat peduli dengan masa depan anak-anak khususnya di Jatim.
”Kita memang men-share-kan arti penting dari seluruh pengusaha member kami untuk mau peduli terhadap masa depan anak-anak,” jelas Jhony Thio Doran saat ditemui usai acara di Double Tree by Hilton, Surabaya, Rabu (31/7) malam.
Para member CEO Jatim pun menyadari, untuk membentuk anak-anak menjadi pemimpin masa depan, diperlukan kerja sama berbagai pihak. Baik pemerintah, NGO, dan juga dari kalangan korporasi memiliki peran yang sama untuk hal itu.
Melalui forum itu, CEO Jatim akan bersama-sama untuk meningkatkan kepedulian terhadap masa depan anak. Pengalokasian corporate social responsibility (CSR) dengan porsi lebih kepada kegiatan anak semakin dikedepankan.
”Kita kolaborasi dengan Unicef, jadi kita juga memiliki program CSR di masing-masing perusahaan yang mana kita berusaha untuk mengenalkan kepada member agar CSR mereka agar bisa dialokasikan untuk program-program peduli anak-anak,” ungkap Jhony Thio Doran.
Selama ini, CEO Jatim sangat terbuka dalam membimbing anak-anak untuk magang di berbagai kantor para member. Dia berharap, ke depan semakin banyak program-program yang ramah anak yang dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan Unicef.
”Ini kan kita mau dikoordinir, bisa lebih peduli dengan program dari Unicef,” ucap Jhony Thio Doran, CEO Jete itu.
Kepala Perwakilan Unicef Pulau Jawa dan Bali Arie Rukmantara mengungkapkan, untuk mempersiapkan Surabaya dan Jatim sebagai kota layak anak dengan standar internasional, kolaborasi berbagai pihak diperlukan.
”Bukan hanya pemerintah saja, dinas-dinas saja yang bekerja, ada swasta, ada organisasi kemasyarakatan, ada media, dan ada Unicef, jadi ini harus dibuktikan,” kata Arie Rukmantara.
Melalui forum itu, menjadi salah satu jembatan khususnya bagi Kota Surabaya untuk meningkatkan status kota layak anak (KLA) utama menjadi paripurna atau nanti berstandar internasional. Pasalnya, Kota Surabaya membutuhkan adanya APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia) sebagai salah satu syarat menjadi KLA kelas dunia yang bisa didapatkan melalui Forum CEO Jatim.
”APSAI itu penting, karena nanti asesmen KLA, rapat-rapat perumusan perda itu nanti harus diajak,” ujar Arie Rukmantara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Surabaya (DP3APPKB) Kota Surabaya Ida Widayati mengungkapkan, Pemerintah Kota Surabaya terus berusaha untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai KLA paripurna atau berkelas dunia.
Dia mengapresiasi adanya kegiatan itu sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya Pemerintah Kota Surabaya yang sedang menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak kelas dunia. Dimana ada dua jalur yang bisa ditempuh. Jalur pertama adalah menuju KLA paripurna yang merupakan status tertinggi KLA di Indonesia. Sedangkan jalur kedua melalui program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) atau komunitas kota layak anak dunia.
”CFCI ini kita berjuang mulai tahun kemarin, dan memang golnya ini September 23-25 itu Pak Wali akan presentasi di tingkat Asia Pasifik menyampaikan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya sebagai kota layak anak,” terang Arie Rukmantara.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
