Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juli 2024 | 18.50 WIB

Kasus Kematian Afif Maulana Ditutup Kapolda Sumbar Ungkap Alasannya: Karena Patah Tulang Iga Bukan Dianiaya

Humas Polda Sumbar/Instagram - Image

Humas Polda Sumbar/Instagram

JawaPos.com - Penyelidikan kasus atas tewasnya remaja SMP di Padang, Afif Maulana (13) ditutup.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono menyatakan lewat konferensi pers di Mapolda Sumbar, bahwa tewasnya Afif karena patah tulang iga sebanyak enam ruas yang mengakibatkan paru-paru Afif robek.

"Penyebab kematiannya adalah karena patah tulang iga dan merobek paru-paru itu," ujarnya pada Minggu (30/6).

Irjen Pol Suharyono mengatakan patah tulang yang dialami Afif diduga karena korban jatuh ke sungai dengan benturan benda keras.

Sementara terkait adanya luka lebam, dia menjelaskan hal itu diduga akibat korban sudah menjadi mayat.

Dalam konferensi pers yang digelar Minggu (30/6), Irjen Pol Suharyono juga menjelaskan bahwa rekaman CCTV di Polsek Kuranji terkait kejadian tersebut telah hilang karena waktu penyimpanan pada kamera pengintai terhapus otomatis.

“Rekaman CCTV di Polsek Kuranji baru dibuka 14 hari setelah kejadian. Rekaman tersebut dibuka pada 23 Juni oleh ahli IT kami,” jelas Irjen Pol Suharyono.

Dari penelusuran ahli, rekaman CCTV tersebut hanya bisa terdeteksi hingga 13 Juni. Sedangkan peristiwa terjadi pada 9 Juni.

“Rekaman sebelum tanggal 13 sudah terhapus otomatis. Data yang terekam hingga 13 Juni tidak terbaca lagi di memori CCTV,” ungkap Kapolda Sumbar tersebut.

Tim IT menyatakan bahwa hardisk kamera CCTV yang digunakan berkapasitas 1TB (terabyte) dengan waktu penyimpanan maksimal 11 hari.

Kapolda juga menanggapi cerita yang beredar terkait kejadian tersebut, termasuk isu korban tewas dianiaya polisi.

“Semua cerita yang beredar hanya wacana tanpa bukti. Saat kejadian, polisi mengamankan 18 orang dan 20 sepeda motor, dan tidak ada Afif Maulana di antaranya,” jelasnya.

Dalam keterangannya tersebut menjurus bahwa Afif Maulana yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, pada 9 Juni 2024 lalu, tewas bukan karena dianiaya oleh polisi yang menjadi dugaan sebelumnya.

Sebelumnya, Irjen Pol Suharyono menjelaskan bahwa Afif Maulana meninggal karena melompat dari Jembatan Sungai Kuranji untuk menghindari polisi yang hendak mengamankan remaja tersebut karena diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore