
Pendiri brand tas parasut lokal Flashy, Windy Wulandry saat membagikan pengalamannya.
JawaPos.com - Seiring perkembangan zaman, tren belanja online di kalangan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Hal ini tak lepas dari kemudahan yang disajikan sejumlah marketplace dalam proses pembelian yang bisa dilakukan dalam genggaman gawai.
Salah satu brand lokal yang merasakan dampak positif dari kenaikan tren belanja online di adalah Flashy. Flashy merupakan sebuah brand lokal yang memproduksi tas, beragam jenis pakaian wanita, jaket, hingga aksesori lainnya.
Berawal dari tantangan pribadi dalam mencari tas yang unik namun affordable, Windy Wulandry, sang pemilik, memutuskan mendirikan Flashy pada tahun 1998 di Bandung.
Di mana, ketika itu Windy masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad), yang juga ikut merasakan krisis moneter.
"Awalnya saya fokus memproduksi tas sesuai dengan permintaan pelanggan yang saat itu masih terbatas teman dan kerabat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/6/2024).
Seiring berjalannya waktu, Windy pun sadar bahwa untuk menggaet pasar yang lebih luas, Flashy harus punya signature style yang dapat membedakan dengan brand lain.
Setelah melakukan riset pasar, Windy memutuskan untuk menggunakan parasut sebagai material utama tas Flashy.
"Selain sifat yang versatile, harga bahan parasut juga terjangkau dan cocok dengan target pasar Flashy saat itu, yaitu murid SMA hingga kuliah," jelas Windy.
Windy mengatakan, hampir semua bahan baku Flashy berasal dari Indonesia, khususnya Jawa Barat seperti Cigondewah, Tamim dan Otista.
Untuk terus mengembangkan bisnis dan mewujudkan misi membantu komunitas sekitar, Flashy memberdayakan puluhan penjahit dan perajin dari Jawa Barat dan sekitarnya.
Pada tahun 2019, Flashy mulai bergabung di Tokopedia dan merasakan manfaat yang sangat signifikan. “Selain efisiensi dalam hal biaya operasional, Tokopedia juga membantu kami meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, khususnya melalui berbagai kampanye,” kata Windy. Windy mengaku mendapat omzet Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per tahunnya.
Dikatakan Windy, dirinya rutin mengikuti sejumlah kampanye antara lain Waktu Indonesia Belanja (WIB), Cantik Fest, Parade Diskon, PayDay Sale, Beli Lokal, dan masih banyak lagi. Windy membeberkan, Tokopedia menyumbang hingga 40 persen dari total omzet Flashy secara online.
Selain itu, kata Windy, Flashy juga aktif membuat video di TikTok untuk meningkatkan awareness, memberikan edukasi dan hiburan pada target pasar yang disasar. Flashy juga memanfaatkan ShopTokopedia di aplikasi TikTok untuk mempermudah pengikut TikTok Flashy berbelanja produk.
"Lewat ShopTokopedia, Flashy bisa menjangkau konsumen dengan usia yang lebih muda, serta mendapatkan insight yang berharga untuk pengembangan produk lebih lanjut," pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
