
ON PROGRESS: Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Kabid Bina Marga DPUPR, Henri Surya memantau progres pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Kuripansari dan Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas.
JawaPos.com – Tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali gulirkan 23 pengerjaan proyek jalan raya sebagai salah satu upaya pengembangan infrastruktur daerah.
Dilansir dari Radar Mojokerto JawaPos Grup, Selasa (30/4), dalam rencananya, pengerjaan proyek jalan raya ini diperkirakan akan menghabiskan dana senilai Rp70,5 miliar.
Harga tersebut merupakan harga paket proyek yang sudah mencakup pelebaran jalan, pemeliharaan, hingga rehabilitasi. Untuk diketahui, semuanya ditargetkan akan tuntas pengerjaannya maksimal dalam 5 bulan ke depan.
Oleh karenanya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid Bina Marga DPUPR, Henri Surya, menegaskan, percepatan pembangunan proyek-proyek jalan raya ini harus terus digeber.
Terbaru, telah ada sebanyak 23 paket pekerjaan yang mulai dilakukan teken kontrak. ’’Proyek fisik jalan raya kali ini nilai anggarannya total sebesar Rp 70,5 miliar,’’ ungkapnya.
Menurutnya, puluhan paket yang sudah ditetapkan pemenangnya ini terbagi dalam tiga sub kegiatan.
Diantaranya, 19 kegiatan pelebaran jalan menuju standar, tiga pemeliharaan berkala dan satu rehabilitasi jalan.
Dengan begitu, memasuki triwulan kedua ini, total proyek pada APBD 2024 yang digeber sebanyak 60 paket dari total 74 paket infrastruktur di bidang bina marga. Sementara itu sisanya, terdapat 14 paket yang masih tahap proses pengadaan melalui e-katalog.
Lebih jauh, Henri mengungkapkan bahwa, percepatan pembangunan proyek jalan raya ini seiring dengan penerapan e-katalog konstruksi dalam pengadaan fisik tahun ini.
’’Prinsipnya, percepatan pembangunan ini agar memberikan multiplier effect lebih cepat dirasakan masyarakat. Di sisi lain, e-katalog konstruksi ini sekaligus untuk meningkatkan realisasi belanja produk dalam negeri (PDN),’’ katanya.
Sementara itu, salah satu paket yang telah teken kontrak diantaranya perbaikan kerusakan jalan poros Desa Lakardowo-Desa Parengan, Kecamatan Jetis. Setelah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan, pemerintah akhirnya memberi atensi pada ruas jalan tersebut di tahun ini.
Proyek perbaikan sekaligus pelebaran ruas jalan menuju standar dengan kontrak Rp 4 miliar dari pagu Rp 4,4 miliar ini dimenangkan CV. Adam Putra Jaya.
Hanya saja, perbaikan memang tidak tuntas, melainkan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang terbagi di 18 kecamatan.
’’Melalui anggaran itu, ditargetkan mampu menuntaskan jalan sepanjang 884 meter dan lebar 5,5 meter. Untuk konstruksinya beton dengan ketebalan 25 sentimeter,’’ urainya.
Sama halnya dengan jalan Rembu Kidul-Semampir Kidul, yang telah teken kontrak Rp 5 miliar. Pembangunannya ditargetkan mampu menuntaskan ruas jalan sepanjang 1,348 kilometer dan lebar 5,5 meter.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
