Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 April 2024 | 22.57 WIB

Musim Kemarau Hampir Tiba, BPBD Jatim Gercep Petakan Daerah Rawan Kekeringan

ILUSTRASI kekeringan: Sawah di Kelurahan Cabawan tampak kering saat kemarau. (Jawa Pos Photo) - Image

ILUSTRASI kekeringan: Sawah di Kelurahan Cabawan tampak kering saat kemarau. (Jawa Pos Photo)

 
JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Indonesia, terpantau masih kerap diguyur hujan pada bulan April termasuk di Jawa Timur. Meski demikian, musim kemarau di beberapa wilayah Indonesia diprediksi segera tiba.
 
Dikutip dari laman resmi BMKG, musim kemarau di wilayah Indonesia diperkirakan terjadi mulai bulan Mei hingga Agustus 2024. Sedangkan puncaknya diprediksi pada Juli hingga Agustus mendatang.
 
Saat musim kemarau, bahaya kekeringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah termasuk di Jawa Timur. Maka dari itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) setempat mulai memetakan daerah bencana rawan kekeringan.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan kalkulasi kebutuhan air bersih bagi daerah-daerah rawan kekeringan.
 
Berkaca dari tahun lalu, kekeringan di Jatim melanda 23 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kekeringan kritis. 
 
"Kalau potensi kekeringan pastinya kami mengawasi beberapa wilayah. Kita berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan kalkulasi kebutuhan air bersih disaat musim kering," ungkap Gatot, Rabu (24/4), seperti dikutip dari laman Kominfo Provinsi Jawa Timur.
 
Menurutnya, jika tidak ada langkah preventif, maka kekeringan bisa menjadi masalah serius bagi suatu daerah. Maka dari itu, suplai air bersih perlu dimaksimalkan.
 
"Pastinya kita menyiapkan strateginya dengan cara deteksi dini wilayah yang rawan kekeringan," imbuhnya.
 
Sementara itu, menurut analisis dari ahli muda Kasie kedaruratan BPBD Jatim, Heru Wibowo, salah satu penyebab kekeringan adalah sumber air bersih yang jauh dari pemukiman. 
 
Sedangkan dropping air bersih dari pemda juga bersifat sementara atau sebagai upaya percepatan. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat ikut serta dalam upaya konservasi air.
 
Selain itu, warga di daerah rawan kekeringan juga diminta untuk mematuhi petunjuk dari pihak berwenang demi menjaga ketersediaan air bersih di wilayah mereka.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore