JawaPos.com - Sebanyak 183 TPS di Kecamatan Karanganyar diusulkan untuk dilakukan pemungutan suara susulan akibat bencana banjir di Kabupaten Demak yang berdampak pada pencoblosan Pemilu 2024 pada Rabu (14/2) mendatang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujono dalam kegiatan apel pasukan dalam rangka pengamanan dalam tahap pemungutan suara Pemilu 2024 di Jawa Tengah, Senin (12/2).
"Khusus di Kabupaten Demak, disampaikan Pak PJ dan Pak Kapolda, hari ini kita putuskan terkait dengan usulan. Karena yang mengusulkan untuk suara susulan itu adalah panitia pemungutan Kecamatan, terkait dengan Kecamatan Karanganyar," ungkapnya seperti dikutip dari Radar Semarang (Jawa Pos Group).
Hadi juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya, ada empat desa di Kecamatan Karanganyar yang tidak terdampak langsung oleh bencana banjir.
Meski demikian, pemungutan surat suara pada 14 Februari mendatang ternyata tetap tidak memungkinkan untuk dilakukan.
"Sehingga seluruh wilayah di kecamatan Karanganyar, nanti kita akan rekomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara susulan. Paling lambat itu maksimal 10 hari setelah tanggal Februari" ucapnya.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa ada sebanyak 123 TPS di wilayah Kecamatan Karanganyar yang terdampak langsung oleh bencana banjir dan ada sekitar 60 TPS di wilayah yang sama yang tidak terdampak.
"123 TPS itu terendam. Kalau 60 TPS ini kan tidak terendam. Tetapi yang tidak terdampak pun menjadi lokasi pengungsian yang terendam. Kemudian kita rekomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara susulan," terangnya.
Setelah kegiatan apel, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyatakan bahwa ada sekitar 15 ribu orang di Karanganyar yang terdampak banjir dan telah diungsikan di wilayah tetangga, yakni ke Kabupaten Kudus.
"Terus problematika kembali adalah dengan pemilih yang mengungsi di kabupaten kudus. Ini kan wilayahnya sudah berbeda dan administratif ada beberapa hal yang harus kita teliti kembali. Mereka mengungsi kan istilahnya tidak kober ngurusi surat undangan memilih, kadang KPT elektronik tidak dibawa," bebernya.
Kemudian terkait logistik pemilu, termasuk surat suara, Handi mengatakan bahwa masih dalam keadaan aman.
"Logistik sementara aman. Ketika banjir datang ini kan planningnya mau geser ke kecamatan. Kemudian masih di gudang kabupaten," pungkasnya.
"Grobogan karena kita sudah Mitigasi dari awal, itu tidak terkendala. Hanya terdapat jadwal pengiriman logistik aja, ada yang mundur sedikit. Tapi pada prinsipnya bisa dilakukan pemungutan suara di tanggal 14 di Kabupaten Grobogan," imbuhnya.
Sementara itu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfhi menyatakan bahwa seluruh tahapan pemilu di Jawa Tengah sampai saat ini masih berjalan aman dan terkendali. Di mana saat ini akan dilakukan pergeseran kotak suara maupun surat suara dari PPS ke TPS.
"Jadi terhitung sampai nanti tanggal 13 Februari 2024 akan kita geser alat peraga dan sebagainya untuk pemilu kotak suara dan perangkatnya. Dari kemarin PPK ke PPS, hari ini sama besok dari PPS ke TPS masing masing, dengan dilakukan pengawalan dan ploting anggota baik TNI maupun Polri, berikut Linmas," bebernya.
Selain itu Kapolda juga menyampaikan bahwa akan melakukan berbagai skenario terkait kelancaran pengiriman logistik pemilu ke wilayah Kabupaten Demak, mengingat hal tersebut masih dalam terdampak banjir.
"Kemudian untuk wilayah Demak memang ada pengalihan arus lalin. Dimana ini semua adalah untuk kelancaran arus lalin ke wilayah Demak," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, PJ Gubernur Jawa Tengah, Mana Sudjana mengatakan bahwa jumlah personil gabungan yang terlihat dalam pergeseran atau pengamanan di TPS mencapai 22 ribu personil dari TNI Polri.
Kemudian ditambah dengan 237 ribu dari Linmas yang nantinya akan disebar ke 117 ribu TPS. Sedangkan jumlah DPT di Jateng mencapai 28 juta.
"Untuk jumlah pengamanan menyesuaikan. Untuk kerawanan di Jawa Tengah ini ada rawan sedang ada 28 Kota, dan hanya 7 yang rawan tinggi. Yang tentunya ini untuk masalah pengamanan akan kami tambah ataupun tingkatkan di lokasi-lokasi tersebut," katanya.