Proses pemadaman kebakaran di Kompleks SDN Kemuning 2 Banjarbaru, Kamis (1/2) siang. (Foto: M Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
JawaPos.com - Akibat korsleting listrik, empat rumah dinas guru di Kompleks SDN Kemuning 2 Banjarbaru hangus terbakar pada Kamis (1/2) siang.
Di mana, dua dari empat bangunan rumah dinas tersebut difungsikan sebagai tempat tinggal, sementara masing-masing satu unit rumah dijadikan sebagai gudang dan dibiarkan kosong.
Rudiannor, seorang guru yang tinggal di rumah dinas tersebut hanya bisa pasrah melihat kondisi rumah dinas yang ia tinggali habis dilahap si jago merah.
Sembari mengenakan helm cokelat tanpa kaca yang hampir meleleh, serta wajah yang penuh lelah, Guru Pendamping Khusus di SDN Kemuning 2 Banjarbaru ini memilah barang-barang yang bisa diselamatkan, salah satunya kitab.
"Yang saya pikirkan waktu tahu ada kebakaran hanya menyelamatkan ijazah, laptop dan kitab-kitab saya," ucapnya sambil terengah, seperti dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Jumat (2/2).
Ketiga benda tersebut menurutnya sangat penting dan berharga untuk menunjang karirnya sebagai seorang tenaga pendidik.
Seperti salah satunya ijazah, menurut pria asli Tapin ini, lembaran tersebut merupakan hasil jerih payahnya menuntut ilmu selama bertahun-tahun, mulai dari TK hingga sarjana pendidikan.
"Kalau itu hilang, sulit nanti urusannya. Memang bisa dicetak ulang, tapi pemberkasannya nanti yang bikin ribet," katanya.
Selain ijazah, benda berharga lain yang Rudi berhasil selamatkan adalah kitab. Ada sekitar belasan kitab berisikan ilmu tentang agama Islam yang ditumpuknya di atas meja.
Meskipun sempat dilahap api, kitab-kitab tersebut menurut Rudi merupakan sumber ilmu yang tidak bisa tergantikan, sehingga benda tersebut lah yang pertama kali diamankan.
"Pokoknya ijazah dan kitab-kitab saya yang paling utama harus diselamatkan," ujarnya.
Selain itu, benda berharga lain yang berhasil ia selamatkan adalah laptop, di mana dalam laptop tersebut terdapat data-data penting untuk dirinya mengajar.
"Ada banyak data penting di dalam laptop. Terutama bahan untuk saya mengajar. Jadi bagaimanapun benda ini juga tidak boleh hangus," imbuhnya.
Sementara itu, saat terjadinya kebakaran, untungnya, motor metik milik pria yang akrab disapa Rudi ini berada jauh dari titik kebakaran sehingga dirinya hanya perlu memikirkan bagaimana caranya menyelamatkan benda berharga di dalam rumah dinasnya.
Ketika ditanya terkait kronologi kebakaran, Rudi menceritakan bahwa sebelumnya dia sudah mengetahui ada kebakaran di samping rumahnya, ia mendengar ada suara perempuan minta tolong.
"Saya tidur di bagian tengah, lalu ada suara minta tolong. Pas diperiksa ternyata api sudah berkobar hebat tepat di samping rumah dinas yang saya tinggali," ungkap Rudi.
Sementara itu, saat ditemui di lokasi kejadian, Lurah Kemuning, Dony Fajar Saputra mengatakan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik rumah dinas di sekolah yang didiami.
"Untuk sementara ini, api sepertinya berasal dari rumah dinas guru yang ada penghuninya. Awal mula korslering, karena ada terdengar 2 kali ledakan," tutur Dony.
Total kerugian akibat kebakaran ini mencapai ratusan juta rupiah, tapi beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah direspons cepat oleh Damkar Pemko Banjarbaru dan relawan yang ada di sekitar Kemuning," tutup Doni.