Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Januari 2024 | 19.16 WIB

Kades Keboireng dan PKL JLS Tulungagung Kompak Tolak Rencana Relokasi, Begini Tanggapan PJ Bupati

View laut Selatan tertutup oleh pedagang kaki lima di JLS Tulungagung masuk Kecamatan Besuki. - Image

View laut Selatan tertutup oleh pedagang kaki lima di JLS Tulungagung masuk Kecamatan Besuki.

JawaPos.com – Sudah direncanakan dan dirancang sedemikian rupa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, penertiban serta relokasi pedagang kaki lima (PKL) pada Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung dikabarkan masih urung dilakukan hingga sekarang.

Pasalnya, mayoritas pedagang di JLS Tulungagung tepatnya di wilayah Kecamatan Besuki itu ogah-ogahan untuk dipindah dari tempatnya berjualan saat ini. Alasannya, mereka masih ragu dengan rencana relokasi yang dianggap masih belum jelas itu.

Seolah membenarkan para PKL itu, Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kepala Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Supirin turut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memperdulikan rencana Pemkab untuk menertibkan lapak yang ada pada JLS Tulungagung wilayah Kecamatan Besuki.

Menurutnya, bangunan semi permanen atau permanen yang sudah berdiri itu merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Jadi kalau nanti Pemkab tetap melakukan upaya eksekusi di Besuki, kami tidak akan memperdulikannya,” sambungnya.

Supirin mengungkap, dirinya tak bersedia jika harus menghilangkan perekonomian warganya yang sudah mulai terangkat sejak adanya JLS Tulungagung itu.

“Bangunan yang sudah berdiri itu tidak mungkin untuk dibongkar. Yang jelas warga kami yang perekonomiannya sudah terangkat masa akan dihilangkan,” ungkap Supirin.

Tak hanya itu, Supirin pun mengaku bahwa dirinya akan menolak tegas terkait rencana relokasi Pemkab.

Sebab, konsep relokasi yang ditawarkan Pemkab menurutnya masih belum jelas dan detail itu.

Hal itu dapat dilihat dari, masih banyaknya pemilik lapak yang mempertanyakan dimana tempat relokasi yang dimaksud itu.

Selain itu, seperti apa mekanisme yang terjalin antara pemilik lapak, Pemkab Tulungagung ataupun Perhutani.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 53 pemilik lapak JLS di Keboireng yang ikut pertemuan untuk membahas rencana relokasi tersebut.

Supirin mengungkap, mereka semua sebenarnya sudah menolak untuk direlokasi dan masih ingin berdagang di tempatnya yang sekarang.

“Kalau istilahnya itu kalau lokasinya belum ditentukan dan hanya wacana saja, sedangkan warga kita sudah ditertibkan duluan. Kalau begitu kan kami belum siap,” paparnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore