Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 23.50 WIB

Dari Sudut Pandang Ilmu Komunikasi Politik, Jatim Tetap Kondusif Jelang Pilpres

Ketua Prodi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nasrullah (kiri) dan Ketua APIK PTMA Himawan Sutanto.

JawaPos.com - Jawa Timur dinilai sebagai provinsi paling dinamis menjelang Pemilu Presiden 2024. Selain jumlah pemilih terbanyak setelah Jawa Barat, berbagai jsu sering muncul dari provinsi ini. Tokoh-tokoh sentral Jatim yang menjadi opinion leader nasional juga memiliki andil di Pilpres 2024 yang diikuti tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Demikian beberapa poin yang mengemuka pada pra-launching buku “Jurnalisme Profetik Perspektif Islam Berkemajuan”, Sabtu (13/1). Buku yang diterbitkan Majlis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah–Aisyiyah (APIK PTMA), itu akan dikupas di kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu-Minggu 26-27 Januari.

Ketua Prodi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nasrullah mengungkapkan, pada acara tersebut akan dibahas pula tentang fenomena keamanan dan ketertiban berkomunikasi. Termasuk di dunia digital menjelang Pilpres 2024. Jurnalisme profetik diharapkan menjadi alternatif menjaga marwah dan kepercayaan publik pada media penyampai berita. 

Lebih lanjut diungkapkan, dalam komunikasi politik, Jatim sedang menghadapi ujian berat dalam Pilpres kali ini. Meski demikian, Nasrullah mengapresiasi kinerja kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur yang berhasil menjada kondusifitas di tengah-tengah tarikan isu kenetralannya.

“Saya lihat pendekatan yang dilakukan oleh aparat dan kerjasama dengan masyarakat cukup baik,” puji Nasrullah yang juga menjadi salah satu penulis buku yang akan di-launching itu. 

Jatim, lanjut Nasrullah, merupakan provinsi dengan fragmentasi masyarakat yang paling majemuk. Budayanya terbentang dari kultur Mataraman, Tapal Kuda, Madura, hingga budaya Arek. Hal ini mempengaruhi cara berkomunikasi yang lebih low-context. Gaya komunikasi ini dinilainya lebih terbuka, blak-blakan, tetapi cenderung tidak menyimpan dendam. 

 “Budaya semacam itu menjadi modal sosial yang baik. Pisuhan dan gojlokan, misalnya, tidak selalu berkonotasi negatif malah sebagai simbol keakraban,” ungkapnya.

Dalam kontestasi Pilpres kali ini, ada dua nama calon yang beririsan kuat dengan Jawa Timur yakni Mahfud MD Cawapres pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Muhaimin Iskandar Cawapres pasangan Capres Anies Baswedan. Keduanya memiliki pengaruh kuat di basis pemilih Jatim. Di sisi lain kubu Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, juga mengklaim memiliki dukungan dari kelompok ulama NU dan Muhammadiyah Jawa Timur.

Salain itu, dinamika Jatim juga diwarnai oleh diberhentikannya ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar oleh PBNU. Tak pelak publik menilainya penuh dengan aroma politik.   

Untuk menjaga agar Pilpres tetap kondusif, Nasrullah menyarankan agar aparat tidak perlu terlalu represif terhadap ungkapan-ungkapan spontan masyarakat, termasuk di media sosial. Memonitor potensi konflik perlu, tetapi tidak perlu berlebihan.    

Selain bedah buku, acara juga dirangkai dengan seminar menghadirkan Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu dan pakar Komunikasi Unair Prof Henri Subiakto. Dijadwalkan, wakil ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad dan ketua MPI Prof Muhlas, menjadi narasumber di agenda tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore