Screenshot ricuh di depan Kodam XIII/Merdeka, Teling, Manado, Sulut. Dipicu oleh ulah oknum pengiring yang memakai motor knalpot brong dan dipengaruhi miras. (Manado Post)
JawaPos.com – Sebuah video berdurasi 50 detik menampilkan sekelompok anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bentrok dengan para pengendara sepeda motor knalpot brong di depan Gapura Kodam XIII Merdeka, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/1).
Dalam video yang diunggah di X oleh akun @MurtadhaOne1 tersebut tampak seorang dari para pengendara menggeber motornya dan dikeroyok oleh sekelompok anggota TNI usai menggeber.
Mengutip dari Manado Post (Jawa Pos Group), para pengendara sepeda motor brong tersebut merupakan rombongan pengiring jenazah.
Selain itu, beberapa oknum pengiring jenazah yang menggeber knalpotnya mabuk.
“Suasana di depan kantor Kodam XIII Merdeka, Jalan Teling Atas, Manado sempat ramai sore tadi sekitar pukul 15.30 WITA,” ucap Kapendam XIII Merdeka, Kolonel Kav Mujahidin, Sabtu (6/1).
Ia mengatakan keramaian bermula saat iring-iringan jenazah yang menimbulkan kegaduhan akibat knalpot brong dan kemacetan sehingga memicu emosi masyarakat setempat dan menyebabkan bentrok kecil antar warga.
“Bermula rombongan pengiring Jenazah pukul 14.00 Wita mulai berangkat dari rumah duka menggunakan ambulance yang diikuti oleh pelayat dan pengiring menggunakan roda dua mengarah ke TPU Teling Atas dan didampingi oleh Babinsa dan Babinkamtibmas,” katanya.
Babinsa dan Babinkamtibmas pun mengimbau kepada iring-iringan jenazah untuk tertib dan tidak membuat kegaduhan.
“Pukul 15.30 WITA, pada saat rombongan pelayat melewati Pintu 2 Makodam, Babinsa kembali mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah bahwa jangan membuat kegaduhan, namun tidak terima karena sebagian besar pengiring dalam pengaruh minuman keras,” ucap Mujahidin.
Iring-iringan jenazah tersebut malah melakukan kebisingan dengan menggeber sepeda motor knalpot brong yang membuat masyarakat setempat terganggu dan spontan turun ke jalan dan menghadang rombongan sehingga berujung bentrok.
Anggota TNI Kodam XIII Merdeka yang mengetahui kejadian tersebut pun keluar dengan tujuan melerai.
Namun, mendapatkan provokasi dari beberapa orang dari rombongan pengiring jenazah.
“Namun akhirnya situasi dapat dikendalikan dan ditenangkan oleh anggota Makodam XIII/Merdeka dan rombongan jenazah melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Peristiwa ini pun masih terus dikumpulkan informasi oleh Kodam XIII Merdeka.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
