Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2023 | 02.18 WIB

Jawa Timur Menjadi Provinsi Paling Aman Se-Pulau Jawa dan Teraman Kelima Se-Indonesia

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. - Image

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

JawaPos.com–Jawa Timur menjadi provinsi paling aman se-Pulau Jawa dan teraman kelima se-Indonesia berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada data BPS tersebut tercatat, Jatim memiliki persentase 0,38 yang penduduknya menjadi korban kejahatan.

Selain Jatim, terdapat empat provinsi lain yang memiliki persentase paling sedikit penduduknya menjadi korban kejahatan. Yakni Bali 0,20 persen, Sulawesi Barat 0,30 persen, Aceh 0,34 persen, dan Kalimantan Selatan yang setingkat di atas Jatim dengan persentase 0,36.

”Alhamdulillah Jawa Timur menempati peringkat pertama teraman se-Pulau Jawa dan peringkat kelima teraman secara nasional berdasar persentase penduduk yang menjadi korban kejahatan,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (27/12).

Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban, lingkungan masing-masing. Hal itu penting agar setiap lingkungan tetap terjaga dan semakin baik tingkat kondusivitas, keamanan, dan ketertibannya.

”Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan,” ucap Khofifah.

Khofifah menambahkan, situasi kondusif, aman, dan damai, juga berkat kolaborasi dan sinergitas dari unsur tiga pilar plus di Jatim. Yakni TNI/Polri, pemerintah daerah, DPRD/parpol, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

”Para informal leader (tokoh masyarakat dan agama) memiliki  kedekatan sosial kultural yang cukup kuat dengan masyarakat,” terang Khofifah.

Menurut Khofifah, semakin semua pihak berupaya menjaga kondisi aman dan tertib, akan semakin kondusif. Sehingga, akan berdampak pada menurunnya jumlah kejahatan dan jumlah korban yang mengalami kejahatan. Keadaan kondusif juga merupakan kebutuhan karena akan memengaruhi banyak sektor lain. Seperti pendidikan, iklim investasi, dan berpengaruh pada kesejahteraan.

Dia meminta semua pihak terlibat langsung untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Sebab, kondisi aman dan tertib juga menjadi harapan semua pihak. Potensi-potensi yang dapat menimbulkan tindak kejahatan harus diminimalisir. Misalnya dengan lebih waspada dengan diri sendiri dan keluarga.

”Harus lebih aware dengan sekitar, menjaga tutur kata juga menjadi penting karena saat ini mudah sekali orang tersulut emosi hanya karena perkataan, mari bersama saling menjaga,” tutur Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan, memasuki tahun politik saat ini, faktor ketertiban dan keamanan menjadi poin penting yang harus terus dijaga. Apalagi, tensi jelang tahun politik semakin meningkat. Masyarakat tidak boleh terpancing isu-isu tidak benar atau berita hoaks.

”Gangguan keamanan bisa datang dari berbagai sumber. Tensi politik juga bisa menjadi salah satu pemicu, mari kita jaga semua tetap tertib. Yang terpenting jaga persatuan dan kesatuan. Sehingga semua akan merasa nyaman berada di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore