Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Jodi Indrawan. (Radar tulungagung)
JawaPos.com – Menjelang libur panjang Nataru, Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah diprediksi akan menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburnya.
Pemandangan hamparan pantai dan persawahan indah yang disuguhkan oleh JLS ini agaknya sudah sampai ke telinga sebagian besar orang. Apalagi, wisata baharinya telah banyak terekspos di berbagai media sosial.
Berdasarkan hal tersebut, sudah dipastikan jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke wisata pantai di sepanjang JLS akan meningkat hingga 150 persen saat periode hari libur Natal dan tahun baru 2024 (Nataru).
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan itu, beberapa Satlantas yang daerahnya dilewati oleh JLS ini mulai melakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas ini juga sedang digencarkan beberapa waktu lalu oleh Satlantas Tulungagung.
Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Satlantas Tulungagung ini tak lain untuk menjamin keamanan, keselamatan wisatawan, dan pengguna jalan di sepanjang JLS Tulungagung saat libur Nataru.
Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan membeberkan bahwa, selain mengamankan wisatawan, rekayasa lalu lintas ini juga memungkinkan para wisatawan tidak dapat masuk ke area wisata yang mereka akan tuju.
Hal itu tentu dapat terjadi jika kondisi area parkir di objek wisata yang berada di JLS Tulungagung sudah penuh. Dalam hal ini, rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah dengan cara menutup akses jalan ke wisata tersebut.
Jodi menuturkan bahwa pihaknya akan menutup jalur beton tersebut apabila seluruh tempat wisata yang berada di sepanjang JLS Tulungagung khususnya pantai, telah dipenuhi oleh wisatawan.
“Mulai dari pantai Midodaren, Gemah, Klatak hingga perbatasan Kabupaten Trenggalek akan kita adakan rekayasa lalin dengan menutup tujuan wisata ketika kantung parkir penuh,” jelasnya Jumat (22/12), seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Penerapan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses jalan menuju tempat wisata itu dilakukan dengan tujuan untuk antisipasi lonjakan wisatawan saat hari libur Nataru. Jika wisatawan yang berkunjung melebihi kapasitas tempat wisata, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan dan keamanan wisatawan itu sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022