
Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni.
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memanfaatkan teknologi digital dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Aplikasi itu disebut sistem operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan terpadu Provinsi Sumatera Selatan atau disingkat Songket.
Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni menjelaskan aplikasi Songket saat berbicara pada sesi talk show B5. Role of ACCTHPC: towards FOLU Net Sink 2030 and Haze Free ASEAN by 2030. Itu bagian dari the 28th Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change di Uni Emirat Arab, 10 Desember.
Songket, kata Fatoni, digagas Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Forum DAS Sumsel. Merupakan sistem informasi berbasis WebGIS untuk deteksi dini karhutla.
”Melalui Songket Sumsel, pengambilan keputusan dalam pencegahan dan pemadaman serta penegakan hukum karhutla menjadi lebih efektif dan efisien karena lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat,” kata Agus Fatoni.
Dalam aplikasi Songket, terdapat berbagai informasi yang ter-update. Mulai dari informasi titik panas terbaru, informasi prakiraan cuaca, arah dan kecepatan angin, analisis titik panas, analisis jarak lurus terdekat (Euclidean Distance) titik panas terhadap posko pengendalian dan sumber air, analisis akses jalan serta rute terdekat (routing analysis), waktu tempuh terhadap titik panas, serta analisis data spasial yang bersumber dari eksternal data seperti GPS dan Lainnya berformat KML, GPX, GeoJSON, TopoJSON, IGC, terhadap data tematik di dalam pantau Songket.
”Aplikasi Songket ini sudah diintegrasikan dengan kamera pengintai (asap digital) bekerja sama dengan Telkom untuk dipasang pada tiap tower BTS di Sumsel,” papar Agus Fatoni.
Songket diluncurkan pada Mei 2021 oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan dilanjutkan Agus Fatoni karena terbukti bermanfaat dan mempermudah penanganan ataupun pencegahan karhutla.
Saat peluncuran, dua tahun silam, Herman Deru menjelaskan, nama aplikasi Songket dipilih sesuai wastra karya kearifan lokal Sumsel. Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa menjadi pelapor yang langsung dapat diterima petugas di command center lengkap dengan titik koordinat dan titik akses menuju lokasi.
Pada berbagai kesempatan, Pemprov Sumsel menggandeng aparat keamanan untuk menyosialisasikan Songket kepada masyarakat. Kepolisian Daerah Sumsel menyebut implementasi Songket disandingkan dengan tim Drone Squard Karhutla.
”Kita membentuk tim Drone Squard Karhutla di polres-polres di kecamatan untuk patroli guna mencegah kebakaran hutan maupun lahan,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
Eko Indra berharap aplikasi Songket menjadi tren bagi daerah lain, terutama daerah yang rawan terjadi karhutla.
”Aplikasi ini baru satu-satunya di Indonesia. Bahkan ketika ada laporan dari masyarakat, operator langsung mengetahui jarak dan rute terdekat untuk akses ini, berikut lokasi sumber air dan posko terdekat,” kata Eko Indra.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
