Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 20.10 WIB

Terjawab Sudah Penyebab dan Motif Kematian Aldi, Mahasiswa Perhotelan Bali. Begini Penjelasannya

Ilustrasi mayat di kamar hotel (JawaPos.com) - Image

Ilustrasi mayat di kamar hotel (JawaPos.com)

JawaPos.com - Terjawab sudah teka-teki Mahasiswa perhotelan, Aldi Sahilatua Nababan, yang November 2023 lalu ditemukan tewas dalam kamar kosnya di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Dilansir Radar Bali (JawaPos Grup), sebanyak 19 saksi, tiga ahli, dan bukti petunjuk berupa chatingan di HP dan CCTV telah diperiksa secara keseluruhan, dan hasilnya menunjukkan bahwa lelaki 23 tahun itu dipastikan bunuh diri.

Diketahui, sebelum Aldi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, ia sempat minum racun serangga. Penyebab dari bunuh dirinya ini diduga karena ia mengalami depresi sejak lama.

Hal tersebut pun turut di konfirmasi oleh Dokter yang melakukan autopsi terhadap jenazah Aldi. Ia mengakui bahwa tidak ada tanda kekerasan dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Saya pastikan, Aldi tewas karena bunuh diri dengan cara gantung," ungkap Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan dr. Ismurrizal, dalam gelaran jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Rabu (13/12), seperti yang dikutip Radar Bali (JawaPos Grup).

Ditemukan bekas lilitan tali yang melingkar pada daerah leher dan terdapat daerah yang kosong pada telinga kiri seperti hurup V terbalik. Artinya di sana terdapat ikatan dari lilitan tali tersebut.

Lebih lanjut Ismurizzal mengungkapkan bahwa Jenazah Aldi juga sudah mengalami pembusukan dan sudah diformalin. Sehingga beberapa bagian tubuhnya mengalami beberapa perubahan.

Hasil final dari pemeriksaan itu sekaligus mematahkan dugaan keluarga bahwa secara fisik ada beberapa luka di tubuh, diantaranya luka sobek di bagian alat kelamin sehingga pecah, lengan tangan kanan memar dan sikunya bergeser.

Terkait buah zakar yang sempat disebut pihak keluarga rusak, juga sudah diperiksa. Hasil autopsi Dokter di dapati bahwa jumlah buah zakar lengkap. Buah zakar itu berisi gas gas hasil pembusukan, tidak dijumpai tanda kekerasan.

Hasil autopsi tersebut juga turut didukung oleh sejumlah pesan yang diperiksa pihak berwajib, yang isi pesan-pesannya menunjukkan bahwa ia depresi dan berniat mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara.

Sebelumnya, Ahli Forensik RSUP Prof Ngoerah dr. Dudut Rustyadi juga menjelaskan, pihaknya menerima jenazah Aldi Sahilatua Nababan pada 18 November 2023. Ia pun menyimpulkan bahwa Aldi memang bunuh diri.

Pada saat itu, dr. Dudut segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya, tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk. Tanda itu berupa perubahan warna kulit menjadi warna merah kehitaman atau kehijauan.

Kemudian, di beberapa bagian tubuh kulit arinya sudah mengelupas, ada pembengkakan dari wajah, bibir, lidah menjulur, mata melotot, kantong zakar pun mengalami pembusukan dan pembengkakkan, pada hidung dan mulut keluar cairan berwarna merah kehitaman.

Menurutnya ciri-ciri tersebut memang murni disebabkan karena pembusukan bukan luka yang diterimanya semasa hidup. Selain itu, ditemukan juga luka lecet tekan yang melingkari leher, dengan arah miring dari kanan bawah ke kiri atas.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemungkinan simpul di sebelah kiri, dari arah tersebut menunjukkan bahwa yang aktif adalah berat badannya, jadi bukan talinya. Diketahui oleh kedokteran forensik, jika talinya yang aktif maka biasanya talinya mendatar pada kasus mati gantung itu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore