Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 21.51 WIB

Ketua MUI Lampung Sebut Komika Aulia Rakhman Masuk Klaster Hina Islam dan Nabi Muhammad

Aulia Rakhman, komika asal Lampung, viral di media sosial karena menampilkan materi stand-up yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW. - Image

Aulia Rakhman, komika asal Lampung, viral di media sosial karena menampilkan materi stand-up yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

JawaPos.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Prof Mukri membeberkan komika Aulia Rakhman masuk kategori menghina Islam soal menyinggung nama Nabi Muhammad dalam stand-up yang dilakukannya. Menurut MUI Lampung, ucapan komika Aulia Rakhman yang viral karena menyinggung nama Nabi Muhammad SAW sudah masuk klaster menghina agama.

"Sepintas saya sudah melihat videonya itu memang sudah masuk klaster menghina agama, nama Muhammad itu nama dari nabi umat Islam," kata Ketua MUI Lampung, Prof Mukri, Sabtu malam (9/12) dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).

Dia menjelaskan, sebelum Nabi Muhammad, belum pernah ada orang punya nama Muhammad. Dan apa yang telah disampaikan komika Aulia Rakhman bahwa orang yang namanya Muhammad banyak dipenjara jelas merupakan pelecehan.

"Jelas itu pelecehan dan penghinaan, orang seperti ini harus dikasih pembelajaran penting, karena masyarakat Lampung ini kan religius, masyarakat Muslim," tegas Prof Mukri.

Untuk itu dia meminta kepolisian agar mengambil tindakan tegas terhadap komika Aulia Rahman, jangan sampai masyarakat main hakim sendiri. Agar ada efek atau pembelajaran jangan sampai agama dijadikan bahan olok olokan.

"Nanti kalau sampai pihak aparat tidak mengambil tindakan, bisa dihakimi massa, jangan sampai kelakuan atau perilaku Aulia Rakhman ini dibenarkan,” kata Prof Mukri.

“Seolah-olah benar, oleh karena itu sekali lagi saya tekankan apa yang dilakukan atau disampaikan Aulia Rakhman sudah masuk klaster penodaan terhadap agama," bebernya.

Prof Mukri berharap kepolisian mengambil tindakan terhadap apa yang dilakukan oleh Aulia Rakhman agar jangan sampai menjadi kebiasaan agama dijadikan bahan olok olokan.

"Dia ngerti dan pinter bukan goblok. Ini ada kesengajaan ada pelecehan. Kok di Lampung ada anak seperti ini terlalu liar, ini tugas aparat,” jelasnya.

“Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi ini tahun pemilu atau politik suasana meninggi,” jelasnya.

“Silakan adakan acara semacam itu tetapi jangan bawa agama jadi bahan olok olokan. Ini serius, tidak boleh agama dijadikan bahan olok olok seperti itu," tandas Prof Mukri.

Sebelumnya, dugaan penistaan agama dilakukan komika asal Lampung, Aulia Rakhman, yang mengisi acara Desak Anies di Cafe Bento, Kamis (7/12). Ucapan Aulia pun menuai banyak kecaman dari berbagai pihak karena dinilai telah menistakan agama.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore