
Lahan persawahan bocah tewas tersengat listrik jebakan tikus di Klaten.
JawaPos.com - Seorang bocah berinisial FH, 8, di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus saat bermain di sawah yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.
Peristiwa tragis yang dialami bocah tersebut terjadi pada Rabu (6/12) malam. Kronologinya, FH bersama teman-temannya hendak bermain ke lahan persawahan yang jaraknya sekitar 1 km dari tempat tinggalnya. Menurut teman sebaya korban yang bernama Tian bahwa FH dan teman-teman lainnya bermain ke lahan persawahan hendak mencari laron, cacing atau ikan.
"Saya tidak ikut FH dan teman-teman bermain ke lahan persawahan. Soalnya saya shalat Isya. Katanya mereka hendak mencari laron, cacing atau ikan," kata Tian seperti yang dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (8/12).
FH yang masih bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, yang jaraknya hanya puluhan meter dari rumah korban.
Seperti yang diinfokan Radar Solo bahwa lahan persawahan yang menjadi tempat bermain FH dan teman-temannya berada di hamparan sawah yang diketahui telah dipasangi kawat beraliran listrik untuk jebakan hama tikus.
"Setelah selesai shalat dan keluar dari masjid sudah ramai-ramai. Banyak warga yang berdatangan. Termasuk keluarga FH juga," tutur Tian. "Tapi saya tidak tahu kejadian tersengat listriknya bagaimana,” imbuhnya.
Diketahui bahwa usai kejadian, FH segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Akan tetapi, nyawa bocah tersebut tidak terselamatkan.
Kemudian dari pihak Kelapa Desa (Kades) Ngreden Sunarto menyampaikan jika dirinya mengetahui kejadian tersebut pada Rabu (6/12) malam pukul 20.00 WIB. Sunarto pun segera menuju ke tempat kejadian, namun korban FH masih di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu.
"Informasi yang saya terima, kawat beraliran listrik itu sebenarnya baru dipasang sore hari. Tetapi memang tidak dijaga. Lantas, ada anak-anak main di sana lalu kejadian itu," ujar Sunarto.
Kepala Desa Ngreden itu berujar, usai kejadian, FH sebenarnya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat terlebih dahulu. Tetapi oleh dokter, menyatakan bahwa FH sudah meninggal dunia. Jenazah FH akhirnya dibawa pulang ke rumah.
"Saat ini di Desa Ngreden memang musim hama tikus. Tetapi petani dan kegiatan gotong-royong seperti gropyokan tikus untuk pembasmian sekarang sudah jarang. Sehingga ada yang memasang kawat yang dialiri listrik di lahan persawahannya," lanjutnya.
Sunarto mengatakan, lahan persawahan di Desa Ngreden yang dipasangi kawat listrik untuk jebakan tikus hanya ada dua patok atau sekira 4.000 meter persegi. Tambahnya, Posisinya memang persis pada lahan yang menjadi lokasi kejadian FH tersengat listrik.
"Atas kejadian ini menjadi intropeksi bagi pemerintah desa dan petani. Kami sudah mengingatkan, seharusnya tidak usah dipasang (kawat listrik)," ungkapnya.
Kemudian, Kapolsek Wonosari AKP Sriyanto membenarkan atas kejadian bocah berusia 8 tahun yang meninggal tersengat listrik itu. Diketahui, saat mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung menuju kejadian untuk melakukan olah TKP.
"Korban mengalami luka bakar pada bagian kakinya," terangnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
