Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 10.02 WIB

Gemparkan Warga Klaten, Seorang Bocah Berusia 8 Tahun Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

Lahan persawahan bocah tewas tersengat listrik jebakan tikus di Klaten. - Image

Lahan persawahan bocah tewas tersengat listrik jebakan tikus di Klaten.

JawaPos.com - Seorang bocah berinisial FH, 8, di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus saat bermain di sawah yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.

Peristiwa tragis yang dialami bocah tersebut terjadi pada Rabu (6/12) malam. Kronologinya, FH bersama teman-temannya hendak bermain ke lahan persawahan yang jaraknya sekitar 1 km dari tempat tinggalnya. Menurut teman sebaya korban yang bernama Tian bahwa FH dan teman-teman lainnya bermain ke lahan persawahan hendak mencari laron, cacing atau ikan.

"Saya tidak ikut FH dan teman-teman bermain ke lahan persawahan. Soalnya saya shalat Isya. Katanya mereka hendak mencari laron, cacing atau ikan," kata Tian seperti yang dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (8/12).

FH yang masih bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, yang jaraknya hanya puluhan meter dari rumah korban.

Seperti yang diinfokan Radar Solo bahwa lahan persawahan yang menjadi tempat bermain FH dan teman-temannya berada di hamparan sawah yang diketahui telah dipasangi kawat beraliran listrik untuk jebakan hama tikus.

"Setelah selesai shalat dan keluar dari masjid sudah ramai-ramai. Banyak warga yang berdatangan. Termasuk keluarga FH juga," tutur Tian. "Tapi saya tidak tahu kejadian tersengat listriknya bagaimana,” imbuhnya.

Diketahui bahwa usai kejadian, FH segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Akan tetapi, nyawa bocah tersebut tidak terselamatkan.

Kemudian dari pihak Kelapa Desa (Kades) Ngreden Sunarto menyampaikan jika dirinya mengetahui kejadian tersebut pada Rabu (6/12) malam pukul 20.00 WIB. Sunarto pun segera menuju ke tempat kejadian, namun korban FH masih di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu.

"Informasi yang saya terima, kawat beraliran listrik itu sebenarnya baru dipasang sore hari. Tetapi memang tidak dijaga. Lantas, ada anak-anak main di sana lalu kejadian itu," ujar Sunarto.

Kepala Desa Ngreden itu berujar, usai kejadian, FH sebenarnya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat terlebih dahulu. Tetapi oleh dokter, menyatakan bahwa FH sudah meninggal dunia. Jenazah FH akhirnya dibawa pulang ke rumah.

"Saat ini di Desa Ngreden memang musim hama tikus. Tetapi petani dan kegiatan gotong-royong seperti gropyokan tikus untuk pembasmian sekarang sudah jarang. Sehingga ada yang memasang kawat yang dialiri listrik di lahan persawahannya," lanjutnya.

Sunarto mengatakan, lahan persawahan di Desa Ngreden yang dipasangi kawat listrik untuk jebakan tikus hanya ada dua patok atau sekira 4.000 meter persegi. Tambahnya, Posisinya memang persis pada lahan yang menjadi lokasi kejadian FH tersengat listrik.

"Atas kejadian ini menjadi intropeksi bagi pemerintah desa dan petani. Kami sudah mengingatkan, seharusnya tidak usah dipasang (kawat listrik)," ungkapnya.

Kemudian, Kapolsek Wonosari AKP Sriyanto membenarkan atas kejadian bocah berusia 8 tahun yang meninggal tersengat listrik itu. Diketahui, saat mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung menuju kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Korban mengalami luka bakar pada bagian kakinya," terangnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore