
Satreskrim Polres Mojokerto Kota olah TKP penganiayaan anak kepada bapak kandungnya di Kota Mojokerto.
JawaPos.com–Seorang anak berinisial SNA, 35, tega menganiaya Su, 65, bapak kandungnya sendiri hingga tewas di rumahnya, pada Kamis (30/11) pukul 14.00 WIB.
Berawal dari cekcok bapak-anak di samping rumahnya. Pensiunan ASN Pemkot Mojokerto itu, tak kuasa menahan darah dari mulutnya, hingga berakhir meregang nyawa beberapa menit usai dihajar putri ketiganya itu.
Kursi plastik dan meja televisi di rumah itu, seolah menjadi saksi bisu kekejaman SNA yang disinyalir sedang depresi saat memukul bapak kandungnya sendiri. SNA yang tak terkendali amarahnya saat itu, mengejar Su yang masuk ke ruang tamu, dengan membawa kursi plastik biru.
Pelaku beberapa kali mengayunkan kursi plastik tersebut dengan keras ke tubuh renta Su. Korban tak sempat menghindar dan terjatuh dengan posisi kepala mengenai meja televisi di ruang tamu.
”Sempat terjatuh, dan saat itu diduga kepala korban membentur meja, korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar,” ujar Kapolsek Magersari Kompol Roy Aquary Prawirosastro, dikutip dari Radar Mojokerto (Jawa Pos Grup).
Pertikaian bapak-anak itu sejatinya sempat diketahui Sumarlinah, istri korban atau ibu kandung pelaku yang ada di ruang tamu. Namun, saat itu emosi pelaku tak bisa dikendalikan. Korban lari ke kamar dan mengeluarkan darah dari mulut.
Penganiayaan itu sempat dilerai kerabat dan tetangga yang datang. Sayangnya, korban sudah tergeletak di kamar usai pemukulan dan menghembuskan napas terakhir setelah muntah darah.
”Pelaku ada di rumah dan langsung diamankan,” tambah Roy Aquary Prawirosastro.
Belum diketahui latar belakang atau motif di balik cekcok antara pelaku dengan korban. Kabar yang tersiar, pelaku memang mengidap depresi atau gangguan kejiwaan sejak lama.Yakni sejak ditinggal bercerai sang suami tiga tahun silam. Ibu dua anak itu kerap mengamuk, baik kepada anggota keluarga maupun tetangga sekitar.
”Untuk penganiayaan sering, bahkan pernah terjadi ibunya sendiri diangkat dan dibanting sampai kaca mejanya pecah,” terang Suyitno, ketua RW setempat.
Pelaku sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang, Malang untuk mendapat perawatan pada Oktober 2022. Akan tetapi baru beberapa bulan, pelaku sudah kembali ke rumah dengan kondisi tanpa perubahan. Beberapa kali pelaku berupaya menganiaya baik di dalam maupun luar rumah.
”Setelah terjadi penganiayaan, baru keluarganya membawa ke Rumah Sakit Jiwa. Tapi itu pun juga tidak membantu,” terang Suyitno.
Saat ini, pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Kota Mojokerto untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, jenazah sang bapak dibawa ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk otopsi dan visum sebelum dimakamkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
