
Sosok I Kadek Roi Astika, WNI asal Bali yang dilaporkan meninggal di AS.
JawaPos.com–Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Desa Pemuteran, Buleleng, Bali, viral di sosial media. WNI bernama I Kadek Roi Astika, 20, dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Amerika Serikat (AS).
Kabar meninggalnya I Kadek Roi Astika menjadi viral usai diunggah pengguna Instagram pemilik akun @ecis_bakery. Melalui unggahan terbarunya, akun @ecis_bakery mengatakan, I Kadek Roi Astika meninggal di Nashville TN, pada Minggu (5/11).
I Kadek Roi Astika baru merantau ke AS selama lima hari. Dia baru bekerja selama 3 hari dari rencana yang seharusnya satu tahun. I Kadek Roi Astika tiba di AS pada 31 September menggunakan J1 visa dan mengikuti program magang di Thompson Hotel Nashville sebagai cook.
@ecis_bakery menyebutkan, kepergian I Kadek Roi Astika untuk bekerja di AS merupakan langkah yang nekat. Pasalnya untuk mengikuti program magang tersebut dibutuhkan biaya yang cukup mahal hampir mencapai Rp 200 juta. I Kadek Roi Astika ke AS dengan tujuan membantu dan mengubah ekonomi keluarga di kampung halaman.
”Roi yang masih muda nekat ke Amerika meskipun biaya program hampir 200 jutaan dengan harapan untuk mengubah hidup dan membantu keluarga, namun rencana Tuhan tak ada yang tahu,” tulis @ecis_bakery.
Diwartakan Radar Bali, unggahan tentang meninggalnya I Kadek Roi Astika juga dibagikan melalui akun Facebook @ecis_bakery dengan nama Eddie Suartana. Dalam akun Facebooknya, Eddie Suartana menyebutkan, I Kadek Roi Astika ditemukan meninggal di kamar hotel. Namun hingga saat ini, belum diketahui pasti terkait penyebab rekannya meninggal dunia.
”Almarhum terakhir dilihat rekan kerjanya pada malam hari setelah selesai kerja. Keesokan hari yang semestinya almarhum kerja namun tidak datang, sehingga staf hotel mencari almarhum ke kamar hotel dan almarhum sudah ditemukan dalam keadaan meninggal saat itu,” tulis Eddie Suartana.
Eddie menyebutkan, saat ini, jenazah dititipkan di Rumah Duka Crawford sembari menanti hasil otopsi yang diperkirakan memakan waktu selama delapan pekan.
Sembari menunggu otopsi, juga menunggu pihak asuransi untuk proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Eddie mengaku, sebagai rekan almarhum sudah melaporkan insiden itu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston.
Terkait kebenaran informasi yang viral, kabar meninggalnya I Kadek Roi Astika juga sudah dikonfirmasi Perbekel Pemuteran Nyoman Arnawa. Dia membenarkan bahwa I Kadek Roi Astika merupakan warga Banjar Sari Mekar, Desa Pemuteran, dan berangkat ke AS akhir Oktober.
”Masih tetangga dengan saya. Keluarganya masih syok. Karena baru beberapa hari berangkat ke Amerika,” kata Arnawa.
Arnawa mengungkapkan, sebelum berangkat ke Amerika Serikat mendiang sudah sempat menjalani pengecekan medis. Secara umum tidak ada gangguan medis. Pihaknya juga belum mendapat informasi terkait penyebab kematian.
”Kami juga masih menunggu kabar soal teknis pemulangan jenazah. Katanya akan dipulangkan. Tapi teknis dan waktunya bagaimana, belum ada kabar,” ujar Arnawa.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
