Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 02.50 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko

Ilustrasi Bendung Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. - Image

Ilustrasi Bendung Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan mempercepat pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Percepatan dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan air di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Bendung Gerak Karangnongko direncanakan menambah pasokan air di daerah kering di Kabupaten Blora, Jawa Tengah; dan Bojonegoro, Jawa Timur.

”Cita-cita membangun bendung gerak ini sudah lama. Bisa kita lihat langsung di sekitar sini, kering kerontang semua. Tidak ada jalan lain kecuali harus ada air,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Bendung Karangnongko merupakan long storage yang memanfaatkan teknologi bendung gerak di Sungai Bengawan Solo sepanjang 24 kilometer. Nanti storage tersebut bisa menampung air dengan kapasitas 59 juta meter kubik.

Bendung itu memiliki luas genangan 1.027 hektare untuk mengairi daerah irigasi seluas 6.950 hektare di Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan sekitarnya. Infrastruktur itu akan membendung Sungai Bengawan Solo.

Ke depannya suplai air irigasi Bendung Gerak Karangnongko didistribusikan melalui Daerah Irigasi (DI) Karangnongko Kiri di Kabupaten Blora seluas 1.746 hektare dan DI Karangnongko Kanan di Kabupaten Bojonegoro seluas 5.203 hektare.

Basuki menjelaskan, pembangunan akan dilakukan di daerah kering sekitar Sungai Bengawan Solo. Itu agar masyarakat tidak terdampak proses konstruksi.

”Kalau sudah jadi, kita bangun cofferdam untuk mengalirkan air baru kita bangun bendungnya,” kata Basuki.

Basuki mengatakan, pembangunan bendung gerak itu merupakan sebuah pengecualian karena izin langsung diberikan Presiden Joko Widodo. Pembangunan juga telah tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 yakni perubahan kedua atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

”Semua kita lakukan dengan niat baik. Saya kira kami mendukung sekali usul masyarakat untuk bisa membangun bendung gerak ini,” tutur Basuki.

Basuki juga sempat meninjau lokasi pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Kamis (19/10). Pratikno berharap pembangunan bendungan ini bisa memberikan kontribusi perekonomian di Blora dan Bojonegoro dengan sektor pertanian.

Nantinya di sekitar bendungan akan dikembangkan sektor agrobisnis dengan melibatkan masyarakat setempat. Pratikno berharap ada industri yang mengambil produk dari petani di sekitar daerah irigasi.

”Jadi itu yang kita harapkan mengangkat kemakmuran di sini,” kata Pratikno.

Bendung Gerak Karangnongko akan  terintegrasi dengan tiga bendung gerak di hilir, yakni Bendung  Gerak Bojonegoro, Bendung Gerak Babat, dan Bendung Gerak Sembayat, untuk penyediaan air untuk kebutuhan irigasi dan air baku sebesar 1.155 liter/detik pada wilayah hilir Sungai Bengawan Solo, serta diproyeksikan dapat menyuplai air irigasi di kawasan Solo Valley Werken seluas 62.000 hektare.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dikerjakan dalam 2 paket pekerjaan, paket 1 sudah terkontrak pada September 2023 dengan penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero)-PT Hutama Karya (Persero)-PT Pembangunan Perumahan Tbk(KSO).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore