
Rakor Satgas Bersama Penanganan Karhutla Gunung Lawu Lintas Provinsi.
JawaPos.com–Karhutla Gunung Lawu sejak akhir September, kini mereda. Baik dari sisi Kabupaten Ngawi dan Magetan, maupun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Per Jumat (13/10), aktivitas penanganan karhutla melalui jalur udara alias water bombing, yang telah berlangsung selama 11 hari dinyatakan ditutup dan diakhiri. Keputusan itu ditetapkan setelah Satgas Bersama Penanganan Karhutla Gunung Lawu Lintas Provinsi menggelar Rakor dan Evaluasi di Posko Penanganan Karhutla Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi.
Rakor dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dihadiri staf kedeputian Penanganan Darurat BNPB Prastato Hendarsanto, Perwakilan BPBD Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Karanganyar dan Kalaksa BPBD tiga daerah terdampak, yakni BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra, Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa, dan Kalaksa BPBD Kabupaten Karanganyar Yuli Patmi Handayani. Hadir juga, Kepala Bakorwil Madiun Heru Wahono S., perwakilan Perum Perhutani Jateng, dan Dinas Kehutanan setempat.
”Setelah mendapat laporan perkembangan kondisi karhutla di masing-masing daerah dan masukan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan BNPB, kita putuskan, aktivitas water bombing untuk penanggulangan Karhutla Gunung Lawu ditutup,” ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan BNPB yang merespons cepat kebutuhan water bombing dengan mengirimkan helikopter tipe PK-DBM, sehingga penanganan lewat jalur udara bisa terlaksana dengan cepat. Termasuk segenap Tim BPBD tiga kabupaten terdampak dan provinsi Jateng, juga TNI-Polri yang telah berjibaku memadamkan api melalui jalur darat.
”Saya juga sampaikan terima kasih kepada teman-teman relawan Perhutani, Polhut, LMDH, dan berbagai komunitas yang tidak lelah berjibaku memadamkan api Gunung Lawu,” ujar Gatot yang juga Kasatgas Bersama Karhutla Gunung Lawu Lintas Provinsi.
Hingga pelaksanaan rakor tersebut, kegiatan water bombing yang berlangsung di tiga daerah telah terlaksana sebanyak 215 kali, dengan curahan air yang diguyurkan sebanyak 215.000 liter. Total area terdampak karhutla Gunung Lawu hingga Jumat (13/10), mencapai 2.185 hektare. Meliputi, wilayah Kabupaten Ngawi seluas 1.300 hektare, Kabupaten Magetan 700 ha dan Karanganyar seluas 185 ha.
”Untuk aktivitas pemadaman lewat jalur darat akan tetap kita lanjutkan, dengan fokus kegiatan, pencarian, dan pembasahan bara api yang berpotensi menyala kembali,” lanjut Gatot.
Selain pembasahan area terdampak, Tim jalur darat juga akan melakukan pembersihan sisa kayu atau material yang terbakar dan akan melakukan reboisasi atau penanaman kembali bibit pohon yang terbakar. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
”Terkait penutupan jalur pendakian, kita masih akan melihat perkembangan di masing-masing daerah, hingga kondisi dirasa benar-benar aman,” ucap Gatot.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
