
Kepala SDN Purwanegara 1 Darinah didampingi Wali Kelas 4A Pascalis Adi (kanan) memberikan keterangan terkait insiden gas air mata yang mengenai siswa.
JawaPos.com–Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri Purwanegara 1, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terkena gas air mata usai jam istirahat sekolah, Jumat (13/10). Akibat kejadian tersebut, beberapa siswa dibawa ke Puskesmas II Purwokerto Utara karena mengalami sesak napas dan mata terasa pedih. Siswa lain dipulangkan lebih awal.
Salah seorang guru SDN Purwanegara 1, Yayuk mengatakan, sebagian besar siswa yang terkena gas air mata tersebut merupakan siswa kelas 3B, 4A, dan 4B, yang kebetulan jendela ruang kelasnya menghadap utara ke arah Mako Brimob Watumas.
”Saat masuk ruang kelas, beberapa anak berteriak mengeluhkan matanya pedih dan sesak napas. Anak-anak yang masih di luar, kami minta untuk masuk ke ruang kelas lain yang lebih aman sembari berdoa,” kata Yayuk seperti dilansir dari Antara.
Kepala SDN Purwanegara 1 Darinah mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut. Sebab, saat itu sedang menghadiri rapat di luar sekolah.
Kendati demikian, dia segera memberikan arahan kepada para guru di sekolah untuk melakukan tindakan terbaik bagi siswa. Selain itu, pihaknya meminta izin kepada Koordinator Wilayah Kecamatan (Konwircam) Dinas Pendidikan Purwokerto Utara untuk memulangkan siswa lebih awal.
”Sekolah ini sudah bertahun-tahun berdekatan dengan Mako Brimob dan Polresta Banyumas, baru kali ini ada kejadian seperti itu,” ungkap Darinah.
Sementara itu, Wali Kelas 4A Pascalis Adi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Beberapa siswa kelas 4 dan sebagian kelas 3 mengalami pedih di mata dan hidung.
Menurut dia, anak-anak tersebut selanjutnya dipindahkan ke ruang kelas 1 untuk ditenangkan dan lima anak lainnya dibawa ke Puskesmas II Purwokerto Utara. Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisi anak-anak tersebut tidak mengkhawatirkan sehingga diperbolehkan pulang.
”Tadi sudah ada konfirmasi dari Polresta dan Brimob bahwa sedang ada pelatihan penembakan gas air mata. Indikasinya gas terbawa angin ke arah selatan atau arah sekolah,” jelas Pascalis Adi.
Dia mengatakan, dari pihak Polresta Banyumas dan Brimob menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah, anak-anak, dan orang tua murid. Mereka menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran untuk tidak melaksanakan pelatihan serupa pada jam anak-anak sekolah.
Belum ada pernyataan resmi dari Polresta Banyumas terkait dengan insiden tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
