Relawan gabungan memadamkan api karhutla Gunung Lawu, kemarin. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
JawaPos.com – Setelah lebih dari sepekan, proses pemadaman kebakaran Gunung Lawu akhirnya mulai membuahkan hasil. Terbaru, titik api kahutla Gunung Lawu kini mulai padam dan berkurang.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Yuli Padmi Handayani, mengungkapkan bahwa pemadaman masih dilakukan secara manual, meski titik api mulai berkurang.
Pemadaman kebakaran Gunung Lawu masih dilakukan secara manual, yakni dengan membuat parit untuk penyekat api. Kemudian, didukung dengan metode water bombing.
“Titik api sudah berkurang, dari yang kemarin 10 titik, sekarang tinggal tiga titik saja yang besar. Kalau yang kecil-kecil sudah mulai padam, tapi kebakaran masih terjadi,” kata Yuli, seperti dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Rabu (11/10).
Yuli menjelaskan, titik-titik api yang belum padam itu mulai masuk ke wilayah Jenawi, tepatnya di Kawasan Puncak Hargo Tiling dan Hargo Puruso.
Di titik tersebut, pemadaman api sulit dilakukan lantaran medan yang didominasi jurang curam.
Baca Juga: Water Bombing Belum Efektif, Pemadaman Kebakaran Gunung Lawu kembali Andalkan Jalur Darat
Sementara situasi belum kondusif meski mulai membaik, pemerintah setempat masih menutup semua jalur pendakian Gunung Lawu, yakni dari Ceto, Jenawi; Tambak, Ngargoyoso; dan Cemoro Kandang, Tawangmangu.
Adapun total luas yang dihanguskan oleh kebakaran Gunung Lawu ini, Yuli mengaku belum bisa memberitahu pasti lantaran data terus diperbarui.
Namun dalam laporan terakhir, kebakaran Gunung Lawu ini telah menghanguskan seluas 170 hektar.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
