
Kematian dua peserta lomba lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 di Gunung Lawu memicu perhatian publik. (ist)
JawaPos.com - Kabar meninggalnya dua peserta lomba lari event Siksorogo Lawu Ultra 2025, tengah menjadi pembicaraan hangat di publik. Mereka adalah Pujo Buntoro dan Sigit Joko Purnomo.
Keduanya menghembuskan napas terakhir saat mengikuti ajang lari tersebut di kawasan Gunung Lawu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (7/12). Pujo dan Sigit juga sama-sama peserta kategori 15 KM.
Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi menyebut pihaknya telah melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kematian Sigit dan Pujo. Kesimpulannya, tak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa ini.
“Hingga saat ini tidak ditemukan unsur pidana. Fokus kami pada penanganan dan pendataan korban,” tutur Iptu Mulyadi, dikutip dari Radar Solo, Jawa Pos Group pada Senin (8/12).
Mulanya, baik Sigit maupun Pujo mengikuti perlombaan sebagaimana mestinya. Mereka bersama ribuan peserta lainnya berlari dari titik start dan melintasi medan lereng Gunung Lawu yang menantang.
Namun ketika sampai di KM 8, Pujo Buntoro tiba-tiba mengalami sesak napas dan akhirnya pingsan di Bukit Cemoro Wayang. Usut punya usut, laki-laki 55 tahun tersebut ternyata memiliki riwayat penyakit paru-paru.
“Kondisi korban diperberat dengan riwayat penyakit paru-paru. Dugaan sementara korban mengalami gagal napas di tengah lintasan (yang mengakibatkan korban meninggal dunia),” sambungnya.
Nasib serupa juga dialami peserta Sigit Joko. Ia sempat pingsan saat melintasi KM 12 di Bukit Mitis. Tim medis dan panitia Siksorogo Lawu Ultra 2025 sudsh gerak cepat memberikan pertolongan darurat.
“Korban (Sigit) mendadak pingsan saat lomba berlangsung. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami serangan jantung dan tidak tertolong meski sudah diberikan pertolongan pertama oleh petugas medis,” terang Mulyadi.
Dalam kondisi kritis, panitia berusaha melarikan korban ke RSUD Karanganyar, namun tetap tak tertolong. Kepolisian menegaskan bahwa faktor kesehatan menjadi penyebab utama kematian peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius mengenai tingginya risiko lomba lari lintas alam, terutama bagi peserta yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru, apalagi ketika berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
