Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 00.13 WIB

Dinas Kesehatan Telusuri Penyebab Warga Sakit dan Tewas akibat Keracunan

Petugas Dinas Kesehatan Garut melakukan penelusuran kasus warga keracunan makanan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. - Image

Petugas Dinas Kesehatan Garut melakukan penelusuran kasus warga keracunan makanan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut melakukan penelusuran mencari tahu penyebab sejumlah warga di Kecamatan Cilawu mengeluhkan sakit, sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Dua warga meninggal dunia yang diduga karena keracunan makanan.

”Masih ditelusuri, sumbernya dari mana, dugaan dari makanan jelas, keracunan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Garut Asep Surachman seperti dilansir dari Antara di Garut, Selasa (10/10).

Dia menuturkan, tim dari Dinkes Kabupaten Garut sudah turun ke lapangan setelah mendapatkan banyak warga dirawat di puskesmas dan klinik, Senin (9/10). Mereka diduga keracunan setelah menyantap makanan.

Terkait jenis makanan yang dicurigai, kata dia, masih dalam penelusuran dengan memintai keterangan sejumlah korban yang dirawat kemudian dilakukan penelusuran awal makanan yang dikonsumsi warga. ”Kami masih di lapangan melakukan investigasi,” ujar Asep Surachman.

Dia mengatakan, terkait jumlah warga yang menjadi korban keracunan masih terus didata, karena hingga Selasa (10/10) siang jumlahnya masih bertambah. Korban keracunan itu, tidak hanya warga Kecamatan Cilawu, tapi tersebar di beberapa daerah, ada juga luar kota, yakni warga dari Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

”Lagi di-update datanya, karena nambah lagi,” ujar Asep Surachman.

Camat Cilawu Anas Aolia Malik mengatakan, dalam kejadian itu tercatat sementara sebanyak 17 orang keracunan dirawat di Puskesmas Cilawu dan Klinik Cihideung, selain yang dirawat ada juga dua warga meninggal dunia. Kejadian itu bermula ketika ada laporan di Puskesmas Cilawu penuh oleh pasien korban keracunan makanan.

”Dilakukan pemeriksaan identitas yang ternyata bukan hanya warga Garut, melainkan ada warga luar Kabupaten Tasikmalaya yang daerahnya berbatasan dengan Garut,” papar Anas Aolia Malik.

Informasi yang berkembang di masyarakat maupun pasien, kata dia, korban yang dirawat dan meninggal dunia karena sebelumnya mengonsumsi makanan jenis sate kulit atau sering disebut dengan nama sate jebred.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, korban keracunan makanan, termasuk dua orang tewas, mendapatkan penanganan tim medis di puskesmas dan klinik di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

”Selain yang meninggal dunia, ada yang masih dirawat di Klinik Cihideung, ada juga yang dirawat di puskesmas kita,” kata Rudy Gunawan.

Sejumlah warga yang membeli makanan Minggu (8/10), kata Bupati, tidak mengeluhkan masalah gangguan kesehatan. Pada Senin (9/10), mendapatkan laporan ada warga yang keracunan diduga dari makanan yang dikonsumsi itu.

”Yang melakukan pembelian Minggu itu enggak ada masalah, Senin (9/10) kemarin, saya dapat laporan, ada beberapa yang dirawat,” terang Rudy.

Hasil laporan sementara, jumlah warga yang menjalani perawatan sebanyak 12 orang dan dilaporkan yang meninggal dunia dua orang lanjut usia.

Bupati memastikan terkait biaya pelayanan medis seluruh korban keracunan di puskesmas ditanggung pemerintah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore