
Ilustrasi seseorang yang mengalami depresi.
JawaPos.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Bojonegoro, Fajar Respati, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 5.271 warga Bojonegoro, Jawa Timur, yang terdata mengalami depresi.
Fajar menjelaskan, bahwa tingginya angka gangguan kesehatan jiwa ringan di Bojonegoro itu.
Salah satunya disebabkan oleh kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Sikap apatis terhadap hal-hal yang ada disekitarnya, kata Fajar, membuat masalah depresi yang dialami seseorang sulit dideteksi dini.
“Peran semua pihak dibutuhkan untuk memberi dukungan ke masyarakat atau orang terindikasi gangguan kesehatan jiwa baik berat maupun ringan,” kata Fajar, dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Kamis (5/10).
Adapun gangguan kesehatan jiwa terbagi menjadi dua kategori, yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat dan ringan.
Di Bojonegoro, ODGJ berat tercatat dialami oleh sebanyak 2.117 jiwa.
Sementara untuk ODGJ ringan, lanjut Fajar, masih terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni Gangguan Mental Emosional (GME) dan depresi.
Tercatat, sebanyak 5.010 jiwa terindikasi GME dan 261 orang depresi.
Selain karena kurangnya kepedulian masyarakat akan hal ini, Fajar juga menggarisbawahi kentalnya stigma masyarakat terkait isu gangguan jiwa.
Menurutnya, banyak masyarakat Bojonegoro yang masih berpikir bahwa gangguan jiwa merupakan penyakit keturunan, padahal tidak.
Fajar menekankan, siapapun yang mengalami gangguan jiwa berat maupun ringan, sejatinya dapat diobati dengan penanganan yang tepat.
“Seperti berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) baik puskesmas, klinik, maupun rumah sakit untuk deteksi dini. Apalagi kita sudah ada dokternya di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo,” terangnya.
Orang-orang yang terindikasi gangguan jiwa berat atau ringan, seharusnya mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Jika mereka (penderita gangguan jiwa) bisa dikendalikan, maka juga akan bisa beraktifitas dengan baik seperti pada umumnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
