Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 00.08 WIB

12 Helikopter Pengebom Air Dikerahkan Atasi Karhutla Sumsel

Petugas dari Manggala Agni Daops OKI melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. - Image

Petugas dari Manggala Agni Daops OKI melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

JawaPos.com–Sebanyak 12 helikopter pengebom air dikerahkan atasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Kepala Kepolisian Daerah Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo mengatakan, penanggulangan karhutla secara lebih komprehensif melibatkan 12 helikopter. Terdiri atas 5 unit helikopter water bombing milik PT Sinarmas, 4 unit dari BNPB yang diperbantukan di Provinsi Sumsel, 2 unit helikopter patroli, dan 1 unit helikopter patroli Baharkam Polri.

”Melalui 12 helikopter pengebom air ini, penanggulangan karhutla secara lebih komprehensif,” kata Rachmad Wibowo seperti dilansir dari Antara usai melaksanakan rapat koordinasi di Palembang.

Fokus pemadaman pada daerah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel. Seluruh operasi udara, lanjut Kapolda, dikendalikan Kadisops Lanud SMH.

Selain itu, dikerahkan satgas darat sebanyak 100 anggota Polri dari satuan Brimob dan Samapta untuk memperkuat 360 personel yang telah ditugaskan sebelumnya. Mereka bertugas mencegah masyarakat membakar lahan di Ogan Komering Ilir.

Dalam waktu dekat, lanjut Kapolda, akan diperkuat lagi dengan dua kompi TNI atau setara dengan 200 personel.

Rachmad berharap penanganan karhutla tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi secara kolektif agar dapat menyelesaikan dengan baik.

”Kuatkan kerja sama dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan perusahaan,” kata Kapolda Sumsel Rachmad Wibowo.

Menurut dia, perusahaan hutan tanaman industri (HTI) harus ikut bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

”Perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) dan HTI ini agar bertanggung jawab atas api yang berada di dalam maupun di sekitar HGU dan HTI mereka,” kata Rachmad Wibowo di Palembang.

Dia menyebut terdapat empat perusahaan pemegang HGU dan HTI, harus bertanggung jawab atas api di dalam maupun di sekitar HGU dan HTI mereka. Kebakaran wilayah dalam HGU dan HTI di OKI menjadi salah satu penyebab titik api yang kemudian menjadi terbanyak di wilayah Sumsel.

Kejadian itu, menurut dia, menjadi prioritas pemadam melalui pengeboman air maupun darat. Sebab, karhutla OKI menjadi pengirim kabut asap ke Kota Palembang yang jumlah penduduknya terpadat se-Sumsel, yakni 1,7 juta jiwa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore