
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tanam pohon di Kawasan Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gencarkan aksi penanaman pohon di seluruh penjuru Jawa Timur. Itu guna melawan laju perubahan iklim.
Aksi tersebut, menurut Khofifah, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melestarikan lingkungan. Pohon mempunyai peran penting dalam mereduksi gas rumah kaca sebagai penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.
”Diharapkan penanaman pohon ini dapat mengurangi jejak karbon untuk melawan perubahan iklim,” ungkap Khofifah di Kawasan Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Khofifah juga menebar 50 ribu benih ikan dan udang di bendungan yang dibangun di kaki Gunung Kelud tersebut. Di antaranya bibit tawes, baderbang, wader, nila, gurame, dan udang galah.
Khofifah mengatakan, perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar umat manusia saat ini. Dampaknya, tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia. Tidak hanya manusia yang terdampak, namun juga hewan dan tumbuhan.
Dia menambahkan, perlu tindakan konkret untuk melawan laju perubahan iklim tersebut. Salah satunya dengan menanam pohon.
Menurut dia, menanam pohon mungkin terlihat sebagai sebuah cara yang ringan dan terlihat sepele. Namun, dampak dan kontribusi yang dihasilkan sangat besar.
”Kalau kita menanam, pohon itu akan menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida dan gas beracun lain sehingga udara yang dihasilkan pun akan bersih dan sehat,” terang Khofifah.
Usai penanaman, Gubernur Khofifah mengimbau agar pohon-pohon itu dirawat dengan baik. Agar nanti bisa memberikan manfaat dengan maksimal.
Khofifah berharap aksi penanaman pohon itu bisa diikuti sektor swasta dan masyarakat. Sehingga, semakin membawa dampak yang lebih besar dalam aksi melawan perubahan iklim.
”Memang menanam ini hal gampang dan sederhana. Tapi siapa yang merawat dan memelihara bibit pohon juga harus benar-benar diperhatikan. Ini supaya nanti di kemudian hari bisa kita rasakan manfaatnya, dari keteduhan, oksigen, hingga buah. Maka tadi saya tanya, siapa yang memelihara tanaman? Yang ini yang kita tandur,” tutur Khofifah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
