Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 18.32 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Capaian PTSL Jawa Timur Tertinggi Nasional Selama Tiga Tahun Berturut-turut

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BPN Jawa Timur Jonahar. - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BPN Jawa Timur Jonahar.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana pembagian 5.000 sertifikat tanah wakaf di Jawa Timur. Dokumen tersebut telah diselesaikan BPN Jatim.

Gubernur optimistis, pembagian sertifikat tanah yang masif ini akan mempercepat target penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Timur pada 2025. Terutama sinergitas Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jawa Timur saat ini telah membuahkan hasil capaian yang membanggakan.

Berdasar data hasil review capaian PTSL 2022, pencapaian persentase Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) dan Peta Bidang Tanah (PBT) per 5 Januari untuk Jawa Timur telah mencapai 100 persen. Capaian PTSL Jatim itu merupakan yang tertinggi di Indonesia tiga tahun berturut-turut sejak 2020. Bahkan capaian pada 2022 juga lebih tinggi dari capaian nasional.

”Akhir September ini rencananya dibagikan 5.000 sertifikat tanah. Ini adalah wujud sinergitas Gugus Tugas Reforma Agraria di Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyebut, rencananya sertifikat tanah wakaf yang akan dibagikan meliputi sertifikat pesantren, madrasah, rumah ibadah, dan tempat pemakaman umum. Pasalnya masih banyak fasilitas umum tersebut yang belum memiliki sertifikat tanah.

Terkait target PTSL, Gubernur Khofifah berharap proses penyelesaiannya bisa dilakukan percepatan sehingga target bisa dicapai. Meskipun, memang dibutuhkan berbagai upaya yang tidak mudah agar bisa tuntas.

”Ini tentu bisa dilakukan konsolidasi mana-mana saja yang bisa di-support Pemprov Jatim dan mana yang bisa di-support kabupaten/kota,” terang Khofifah.

Tak hanya itu, Program Tri Juang yang diupayakan Pemprov Jatim untuk menuntaskan masalah pertanahan di Jawa Timur juga menjadi program yang direplikasi di banyak provinsi. Program Tri Juang sendiri adalah upaya menyinergikan pemetaan bidang tanah/persil dari tingkat desa sampai provinsi secara lebih akurat melibatkan kepala daerah, kepala kanwil BPN, kepala kantor pertanahan, dan kepala desa.

”Program Tri Juang ini, saya rasa memberikan dampak positif untuk PTSL bisa tuntas lebih cepat,” terang Khofifah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim Jonahar menyampaikan, Jawa Timur adalah provinsi terbanyak mengeluarkan sertifikat. Sampai tahun ini, Jawa Timur tetap berada di posisi teratas dalam upaya penyelesaian PTSL.

Jonahar juga mengungkapkan, program Tri Juang menjadi salah satu faktor Jawa Timur mampu menuntaskan PTSL lebih cepat di antara provinsi lain. Beberapa langkah yang diambil Gubernur Khofifah untuk penyelesaian PTSL di Jatim menjadi hal yang diadaptasi Menteri ATR/BPN untuk diimplementasikan di seluruh provinsi di Indonesia.

”Nomor satu itu Jawa Timur anggaran maupun fisik, itu karena Tri Juang yang sangat terkenal di Indonesia. Sangat efektif karena kerja sama tersebut membuahkan hasil kecepatan sertifikasi dan yang disampaikan ke rakyat,” ucap Jonahar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore