
SUDAH KONDUSIF: Tim terpadu mengukur dan memasang patok titik batas lokasi pengembangan Rempang Eco-City kemarin (9/9).
JawaPos.com - Masyarakat Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang terdampak pembangunan Eco-city akan direlokasi. Sebab, kawasan Rempang harus kosong 28 September mendatang.
Warga yang direlokasi ditampung di hunian sementara. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam menyiapkan tiga rumah susun (rusun) atau sekitar 202 kamar untuk menampung warga Rempang yang terkena relokasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, untuk rumah tinggal sementara warga Rempang tidak ada masalah. Kesiapan juga dipenuhi dari air, listrik, dan lainnya.
Selain rusun dari Pemkot Batam, ada juga beberapa rusun lainnya yang disiapkan BP Batam dan BPJamsostek. Jumlahnya 5 rusun dari BP Batam, 3 rusun dari BPJamsostek, dan ruko dan perumahan lain.
Ada tiga lokasi rusun yang disiapkan dan telah disampaikan dengan tim. Ada di daerah Kabil, Tanjung Uncang. “Saat ini sudah di-mapping segala perlengkapan di sana,” kata Rudi, Selasa (12/9) sebagaimana dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).
Dia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 1.138 unit yang disiapkan untuk tempat relokasi sementara bagi warga Rempang.
“Tanjung Uncang ada 2 blok yang tersedia, dan sekarang pun masih di data. Kalau kurang akan kita siapkan lagi tempat relokasi lain. Tapi sejauh ini masih cukup untuk dipakai sementara,” ujar dia.
Terkait kesiapan sanitasi di setiap rusun, Rudi memastikan semua itu sudah siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang direlokasi.
“Semua kebutuhan standar kehidupan tempat tinggal sudah disiapkan dan semua sudah dilengkapi dan diantisipasi termasuk dengan kebutuhan air, listrik, dan bahan dasar lainnya,” ujar dia.
Sementara itu, untuk pelaksanaan pembelajaran bagi siswa-siswi di Rempang juga akan dipindahkan di sekitar tempat relokasi sementara.
“Jadi siswa yang di Rempang itu, nanti di siapkan sekolah yang dekat sama rusun. Kalau rasionya masih memungkinkan melaksanakan belajar mengajar di situ, maka masuk di ruang kelas yang ada. Tapi kalau dia sudah tidak memungkinkan, nanti kita buatkan sif baru lagi,” ujar dia.
Semua pelayanan pendidikan akan difasilitasi dan jamin semua. Untuk sekolah akan ditempatkan berdekatan dengan tempat tinggal nanti
Mengenai jadwal pengosongan lahan yang rencananya akan berlangsung 28 September ini, Rudy mengungkapkan masih menunggu jadwal dan informasi detail dari tim BP Batam.
“Kami belum ada informasi pastinya soal jadwal relokasi ini. Konsentrasi kami adalah menyediakan hunian sementara,” tutupnya.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
