Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2023 | 16.50 WIB

Bupati: Jangan Sebarkan Hoaks Soal Suara Ketukan, Biarkan Ahli yang Bekerja

SIAGA: Tim BPBD Sumenep bersama warga setempat mengecek aliran air di dalam sumur yang berada di Dusun Tengah desa Moncek Tengah Kecamatan Lenteng pada Senin (14/8). (Moh. Iqbal/RadarMadura.id) - Image

SIAGA: Tim BPBD Sumenep bersama warga setempat mengecek aliran air di dalam sumur yang berada di Dusun Tengah desa Moncek Tengah Kecamatan Lenteng pada Senin (14/8). (Moh. Iqbal/RadarMadura.id)

Suara Ketukan di Sumenep Dinyatakan Aman, tapi Masih Misterius
 
 
JawaPos.com - Tim dari BMKG telah menyatakan lokasi tempat terdengarnya suara ketukan misterius di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, aman dari gempa.
 
Meskipun demikian, Pemkab Sumenep masih menunggu hasil survei dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk mengetahui sumber bunyi.
 
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, sejumlah tim ahli telah dikerahkan untuk memastikan penyebab dan asal bunyi misterius tersebut. Maka dari itu, masyarakat jangan berspekulasi.
 
”Apalagi, sampai menyebarkan berita-berita hoaks yang menimbulkan kepanikan. Biarkan para ahli bekerja. Kita tunggu saja hasilnya,” ujar Bupati seperti dikutip dari Radar Madura (Jawa Pos Grup), Rabu (16/8).
 
 
Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu juga menyampaikan, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah disiagakan sejak awal. Begitu juga tim ahli dari BMKG Pasuruan.
 
Kini pihaknya tinggal menuggu tim dari ITN Malang untuk melakukan analisis lebih mendalam agar sumber bunyi ketukan tersebut segera terungkap.
 
”Insyaallah tidak ada apa-apa. Jadi, lebih baik kita berdoa dan menunggu para ahli bekerja. Jangan mudah terpancing berita-berita menyesatkan,” pesan Cak Fauzi.
 
Sementara itu, Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumenep, Andy Ricky Kurniawan menyatakan, komunikasi dengan tim ITN Malang sudah dilakukan.
 
"Mungkin dalam satu atau dua hari ini tim dari ITN akan datang,” ucapnya.
 
 
Andy juga berharap, tim dari ITN membawa alat geoelektrik dan geomagnet. Sebab, melalui alat tersebut dapat diketahui gambar di dalam tanah.
 
”Semua data nanti akan kami kumpulkan dan komparasikan,” lanjut Andy.
 
Ia menambahkan, hasil analisis data tersebut akan dijadikan dasar untuk melakukan langkah lebih lanjut. Sebab, BPBD Sumenep akan memprogramkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di daerah tersebut.
 
”Berdasar data yang dimiliki, Moncek Tengah sering terjadi longsor saat hujan dalam intensitas tinggi. Kami nanti akan memberikan pelatihan untuk warga Desa Moncek Tengah,” pungkas Andy.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore