
Dina Sulaeman saat menjelaskan cara negara-negara barat mempersepsi Iran di negara-negara Arab.
JawaPos.com - Dina Sulaeman, seorang pakar geopolitik Timur Tengah, ikut angkat bicara terkait video yang viral diduga aliran sesat di daerah Gegerkalong Bandung. Melalui akun twitter pribadinya @dina_sulaeman memberikan penjelasan adanya ritual tersebut.
“Saya sebagai orang yang bertahun-tahun tinggal di Timur Tengah, sering blusukan kesana-sini, langsung paham apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya dalam thread Twitter dikutip pada Selasa (1/8).
Dina Sulaeman menjelaskan kejadian ini sebagai peringatan Asyura atau 10 Muharram. Salah satu tradisi Asyura adalah menyanyikan lagu atau qosidah sedih sambil memukul-mukul dada.
“Namanya tradisi, di Timur tengah emang kalau sedih tradisinya memukul-mukul dada. Ada yang bilang gaboleh, soal boleh atau gaboleh itu diskusi bidang fiqih ya, bukan wilayah saya,” lanjut Dina.
Pakar Geopolitik Timur Tengah itu mengungkapkan ulama-ulama di Timur Tengah melarang aksi-aksi melukai diri yang dilakukan kelompok-kelompok ekstrem, tapi untuk sekedar menepuk-nepuk dada diperbolehkan.
Selain itu, ia memberikan contoh video yang menampilkan banyak orang sedang menepuk-nepuk dada diiringi lagu qasidah yang terjadi di Iran. Dina juga membagikan video yang mirip dengan kejadian di Gegerkalong, namun ini terjadi di makam Al Husain di Karbala, Irak.
Menurutnya, peristiwa tersebut bukan ritual penyembah setan. Tradisi menepuk-nepuk dada untuk mengenang kematian Al Husain (Cucu Nabi Muhammad SAW) sudah menyebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Dia mencontohkan tari saman dengan Gerakan menepuk-nepuk dada sebagai simbol mengenang Al Hasan dan Al Husein.
Sebelumnya media sosial (medsos) digegerkan oleh video yang beredar diduga ritual aliran sesat di daerah Gegerkalong (Gerlong) Bandung. Video ini diunggah oleh akun Twitter @txtdaribandung pada Minggu (30/7).
“Beredar di grup Whatsapp adanya aliran sesat di daerah Gegerkalong, Kota bandung,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Dalam video tersebut nampak sekumpulan orang sedang menari-nari diiringi musik. Selain itu, suasana dalam bangunan tersebut diwarnai dengan lampu berwarna merah sehingga menambah kesan gelap.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
