
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah memadamkan api kebakaran hutan dan lahan pada Kamis (25/5).
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajukan permintaan bantuan helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Dedi menyampaikan, permohonan bantuan helikopter sudah disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
”Sudah kita usulkan ke BNPB untuk bantuan siaga helikopter water bombing (pengeboman air) bagi Kalsel,” kata Bambang Dedi seperti dilansir dari Antara.
Bambang menjelaskan, helikopter perlu disiagakan untuk mendukung operasi pengeboman air saat terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengajukan permintaan bantuan helikopter karena Pemerintah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengusulkan penetapan status siaga karhutla.
”Karena ada dua daerah usulkan status ini, Bapak Gubernur menandatangani diajukannya usul bantuan helikopter,” tutur Bambang Dedi.
Bambang menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan biasa mendapat bantuan helikopter dari BNPB untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Biasanya dua helikopter water bombing.
”Bahkan juga helikopter pengawas karhutla,” terang Bambang Dedi.
Dia mengatakan, sesuai instruksi dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pemerintah daerah berkolaborasi dengan kepolisian, TNI, Manggala Agni, pemadam kebakaran, dan unsur masyarakat, dalam mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
”Saat kejadian karhutla, semua datang dengan cepat sehingga bisa ditangani dengan baik,” ujar Bambang Dedi.
Sementara itu, Manajer Pusat Pengendali Operasi BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ricky Ferdyanto menambahkan, kebakaran hutan dan lahan sudah mulai sering terjadi di Kalimantan Selatan.
”Masih dapat ditanggulangi dengan cepat, tidak sampai sangat meluas,” ucap Ricky Ferdyanto.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan biasanya meningkat selama musim kemarau, yang menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun ini berlangsung dari Juni sampai Oktober di wilayah Kalimantan Selatan. Titik api indikator kebakaran hutan dan lahan mulai muncul menjelang musim kemarau.
Oleh karena itu, kata dia, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengintensifkan koordinasi dengan BPBD tingkat kabupaten/kota, kepolisian, TNI, Manggala Agni, dan pemangku kepentingan terkait lain, untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi karhutla. BPBD juga terus memantau kemunculan titik api. Selain memantau data citra satelit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD mengerahkan petugas patroli untuk mengawasi kondisi hutan dan lahan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
