
Ilustrasi HIV/AIDS. Antara
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mencegah penularan HIV/AIDS. Itu dilakukan antara lain menggiatkan edukasi, pemeriksaan, dan pengobatan terhadap penderita.
”Upaya pencegahan dan edukasi HIV/AIDS harus melibatkan berbagai kelompok pekerjaan, termasuk petani, peternak, nelayan, penjaja seks, tenaga medis, dan narapidana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.
Dia mengatakan upaya edukasi yang fokus pada kelompok-kelompok tersebut akan membantu mengurangi jumlah penderita. Itu juga untuk memberikan pendekatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
Dia meminta masyarakat terus meningkatkan kesadaran mengakses secara mudah terhadap pemeriksaan dan pengobatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terkait dengan HIV/AIDS.
”Dengan menggabungkan upaya dari berbagai sektor dan melibatkan komunitas secara aktif, Provinsi Riau dapat meminimalisasi tantangan HIV/AIDS dan menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Zainal Arifin.
Dia menjelaskan, Provinsi Riau masih menghadapi tantangan serius dalam memerangi HIV/AIDS. Data terbaru mengungkapkan bahwa jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA), telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 3.809 kasus.
”Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS digiatkan tapi eliminasi masih belum tercapai di Provinsi Riau. Jumlah kasus yang tinggi menjadikan perlu perhatian serius dan langkah-langkah lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut,” papar Zainal Arifin.
Menurut dia, berdasar data kabupaten/kota, jumlah kasus AIDS hingga Maret paling tinggi tercatat di Kota Pekanbaru. Itu sekaligus menunjukkan bahwa daerah itu memiliki tantangan secara signifikan dalam mengatasi masalah HIV/AIDS.
”Angka HIV/AIDS Kota Pekanbaru mencapai 2.471 kasus, tertinggi kedua Kabupaten Indragiri Hilir 270 kasus, Kota Dumai 240 kasus, sedangkan daerah dengan jumlah kasus AIDS sedikit yakni Kabupaten Indragiri Hulu mencapai 22 kasus,” terang Zainal Arifin.
Dia menjelaskan, penderita AIDS untuk populasi umum berdasar pekerjaan masih didominasi karyawan yang mencapai 1.238 orang hingga Maret. Profesi wiraswasta atau usaha sendiri 749 kasus, dan ibu rumah tangga 521 kasus.
Tren penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau sesuai data populasi umum terlihat bahwa pekerjaan sebagai petani, peternak, dan nelayan, memiliki jumlah kasus AIDS yang lebih tinggi daripada penjaja seks. Jumlah kasus infeksi AIDS di kalangan petani mencapai 172 orang, sedangkan penjaja seks tercatat 88 kasus. Data juga menunjukkan bahwa jumlah kasus di kalangan tenaga profesional medis 17 kasus.
”Hal ini menunjukkan bahwa kelompok ini mungkin memiliki pengetahuan dan akses yang lebih baik terhadap informasi dan layanan kesehatan terkait HIV AIDS. Selain itu, kelompok narapidana juga terdampak dengan 17 kasus AIDS dan perlu upaya khusus dalam memberikan pendidikan dan layanan pencegahan HIV/AIDS di penjara, serta mengurangi risiko penularan antar narapidana,” kata Zainal.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
