Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Mei 2023 | 22.51 WIB

Jumlah Kasus Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Riau Mengkhawatirkan, Ada 3.809 Kasus

Ilustrasi HIV/AIDS. Antara - Image

Ilustrasi HIV/AIDS. Antara

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mencegah penularan HIV/AIDS. Itu dilakukan antara lain menggiatkan edukasi, pemeriksaan, dan pengobatan terhadap penderita.

”Upaya pencegahan dan edukasi HIV/AIDS harus melibatkan berbagai kelompok pekerjaan, termasuk petani, peternak, nelayan, penjaja seks, tenaga medis, dan narapidana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.

Dia mengatakan upaya edukasi yang fokus pada kelompok-kelompok tersebut akan membantu mengurangi jumlah penderita. Itu juga untuk memberikan pendekatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Dia meminta masyarakat terus meningkatkan kesadaran mengakses secara mudah terhadap pemeriksaan dan pengobatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terkait dengan HIV/AIDS.

”Dengan menggabungkan upaya dari berbagai sektor dan melibatkan komunitas secara aktif, Provinsi Riau dapat meminimalisasi tantangan HIV/AIDS dan menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Zainal Arifin.

Dia menjelaskan, Provinsi Riau masih menghadapi tantangan serius dalam memerangi HIV/AIDS. Data terbaru mengungkapkan bahwa jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA), telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 3.809 kasus.

”Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS digiatkan tapi eliminasi masih belum tercapai di Provinsi Riau. Jumlah kasus yang tinggi menjadikan perlu perhatian serius dan langkah-langkah lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut,” papar Zainal Arifin.

Menurut dia, berdasar data kabupaten/kota, jumlah kasus AIDS hingga Maret paling tinggi tercatat di Kota Pekanbaru. Itu sekaligus menunjukkan bahwa daerah itu memiliki tantangan secara signifikan dalam mengatasi masalah HIV/AIDS.

”Angka HIV/AIDS Kota Pekanbaru mencapai 2.471 kasus, tertinggi kedua Kabupaten Indragiri Hilir 270 kasus, Kota Dumai 240 kasus, sedangkan daerah dengan jumlah kasus AIDS sedikit yakni Kabupaten Indragiri Hulu mencapai 22 kasus,” terang Zainal Arifin.

Dia menjelaskan, penderita AIDS untuk populasi umum berdasar pekerjaan masih didominasi karyawan yang mencapai 1.238 orang hingga Maret. Profesi wiraswasta atau usaha sendiri 749 kasus, dan ibu rumah tangga 521 kasus.

Tren penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau sesuai data populasi umum terlihat bahwa pekerjaan sebagai petani, peternak, dan nelayan, memiliki jumlah kasus AIDS yang lebih tinggi daripada penjaja seks. Jumlah kasus infeksi AIDS di kalangan petani mencapai 172 orang, sedangkan penjaja seks tercatat 88 kasus. Data juga menunjukkan bahwa jumlah kasus di kalangan tenaga profesional medis 17 kasus.

”Hal ini menunjukkan bahwa kelompok ini mungkin memiliki pengetahuan dan akses yang lebih baik terhadap informasi dan layanan kesehatan terkait HIV AIDS. Selain itu, kelompok narapidana juga terdampak dengan 17 kasus AIDS dan perlu upaya khusus dalam memberikan pendidikan dan layanan pencegahan HIV/AIDS di penjara, serta mengurangi risiko penularan antar narapidana,” kata Zainal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore