
Ilustrasi: Bendera NU
JawaPos.com- Rencana pelantikan pengurus PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024 pada Sabtu (20/5), masih menuai polemik. Kemarin (19/5), sejumlah kiai kampung, aktivis NU, penggerak masjid dan musala serta warga NU Jombang, berkirim surat terbuka untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Surat itu juga dibubuhi tanda tangan mereka.
Dalam surat terbuka yang diterima JawaPos.com, mereka menyampaikan beberapa hal. Pertama, selama PCNU masa khidmat 2017-2022 kondisi jamiyah dan jamaah NU Jombang kondusif hingga seperti saudara sekeluarga yang rukun, semangat berkhidmat, inisiatif, dan kreatifnya berkembang membangkitkan pelayanan jamiyaah kepada jamaah NU. Kondisi ini terjadi hingga jelang pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) NU Jombang pada 5 Juni 2022.
Kedua, kondisi tersebut berubah drastis setelah hasil Konfercab Jombang dianulir PBNU. Khususnya, pemilihan ketua PCNU dengan alasan melanggar AD-ART. Pasal dan ayat berapa tidak pernah dijelaskan. Tuduhan dan saling menyalahkan, akhirnya mulai terjadi, pro dan kontra terhadap sikap PBNU melebar hingga situasi terus memanas dalam kecurigaan dan saling hujat.
Ketiga, situasi sempat mereda setelah kepastian Konfercab ulang untuk pemilihan ketua PCNU pada 14 Juli 2022. Namun, situasi kembali memanas lagi setelah PBNU memutuskan Konfercab pemilihan ulang ketua PCNU diskors dan dilanjutkan hingga waktu yang akan ditentukan oleh PBNU.
Keempat, beberapa kali kedatangan ketua umum dan Sekum PBNU di Jombang untuk konsolidasi MWC-ranting, tidak banyak membantu mengembalikan situasi. Bahkan, karteker penunjukan PBNU yang diketuai Sekjen H. Saifullah Yusuf tidak menyelesaikan masalah. Janji dan target Konfercab ulang sering terucap. Namun, tidak terlaksana hingga membuat nahdliyyin mulai curiga dan rendah kepercayaan kepada pimpinan pusat di Jakarta.
Kelima, hingga kabar rencana pelantikan PCNU Jombang penunjukan PBNU akan dilantik pada 20 Mei 2023. Padahal, Konfercab ulang belum dilakukan dan masa tugas karteker PCNU diperpanjang hingga akhir Juni 2023. ’’Atas dasar situasi itu, serta menjaga kebaikan, kemaslahatan, dan persaudaraan NU Jombang menyatakan menolak kepengurusan PCNU Jombang hasil penunjukan PBNU.’’ Demikian keputusan dalam surat tersebut.
Karena itu, mereka berharap agar PBNU membatalkan pelantikan. Selain itu, meminta PBNU untuk memerintahkan karteker yang diperpanjang masa tugasnya segera mencabut skors atau penundaan sidang pleno Konfercab NU Jombang pada 14 Juli 2022 lalu itu, dan melaksanakan Konfercab ulang sesuai perintah Perkum Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 3 Ayat 2.
Matroin, salah seorang yang ikut tanda tangan ketika dikonfirmasi Jawa Pos membenarkan tentang adanya surat terbuka kepada PBNU tersebut. ‘’Betul. Niat kami bukan rebutan pengurus, melainkan bagaimana sistem dan mekanisme yang selama ini telah berjalan baik di NU Jombang diteruskan. Kami berharap suasana tetap penuh kebersamaan dan kemaslahatan, bersama-sama berkhidmat untuk NU. Bukan ada niat lain,’’ ujarnya singkat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kepengurusan baru itu terungkap dari selebaran rencana Halalbihalal dan Pelantikan PCNU Kabupaten Jombang masa khidmat 2023-2024 yang sudah beredar luas. Sebagai ketua tanfdziah dijabat oleh KH Fahmi Amrullah Hadzik dan Sekretaris A.H. Hamdah. Adapun Rais Syuriah KH Achmad Hasan dan Katib Dr KH Sholahudin Faturrahohman.
Pernyataan Ketua PCNU Jombang
Sementara itu, KH Fahmi Amrullah Hadziq yang kini menjadi ketua tanfidziah PCNU Jombang mengatakan, dirinya ditunjuk PBNU untuk masa khidmah 2023-2024. Kepengurusan terbatas dan tidak seperti masa kepengurusan PCNU pada umumnya. Ada batasan-batasan tertentu pada kepengurusan PCNU Jombang yang hanya satu tahun tersebut.
Misalnya, PCNU Jombang tidak memiliki hak suara, melainkan hanya peninjau pada forum-forum musyawarah tertentu seperti pada konferensi wilayah (Konferwil) dan muktamar NU. Dalam masa khidmah tersebut, pihaknya akan memaksimalkan persiapan Konfercab PCNU Jombang agar roda organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Hal itulah yang akan menjadi prioritas kepengurusannnya. Sebab, setelah hampir satu tahun vakum, tidak sedikit surat keputusan (SK) kepengurusan yang habis. Baik di tingkat ranting maupun MWC.
"Tugas utama kita mempersiapkan Konfercab tahun depan yang definitif. Karena banyak SK yang mati, mulai dari ranting hingga MWC NU. Kalau tidak salah ada 11 SK MWC NU dan 96 SK ranting yang mati. Padahal, mereka harus dilibatkan nanti," kata Gus Fahmi, panggilan akrabnya, seperti dilansir NU Online, Kamis (18/5).
Dia menambahkan, pihaknya tidak mempunyai kepentingan apapun. Semangatnya satu. Yakni, ingin PCNU Jombang segera bisa berjalan kembali normal. "Bagi saya menjadi ketua PCNU ini musibah, bukan amanah atau anugerah. Bukan apa-apa, jangan ucapkan selamat dan sukses. Kalau saya tidak ingat muassis (pendiri, Red) NU, saya tidak mau. Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Hanya ingin organisasi ini berjalan kembali," ujarnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
