
Photo
JawPos.com- Ratusan rumah warga Desa Jotangan dan Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, terendam banjir. Bahkan banjir itu menjadi yang terparah dalam 7 tahun terakhir. Bencana itu terjadi setelah tanggul Sungai Sumberkembar di Desa Kebondalem jebol sepanjang 20 meter.
Mulai Kamis (9/2) malam, banjir menerjang permukiman dan lahan pertanian di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, mulai Kamis (9/2) malam. Sampai kemarin siang, sebanyak 300 rumah dan 25 hektare sawah sudah terendam. ”Yang terkena banjir hanya Dusun Gembongan, ada sekitar 300 rumah dengan 700 orang yang terdampak,” kata Kepala Desa Jotangan M. Irfak.
Ketinggian banjir sempat mencapai pinggang orang dewasa. Warga terisolasi lantaran banjir menutup akses keluar kampung. Praktis aktivitas 700 warga lumpuh total. ”Banjir ini parah kayak 2016 dulu, baru kali ini terjadi lagi seperti ini,” ujar Reti, salah seorang warga setempat.
Sebagian warga nekat menerjang banjir dan meninggalkan rumah untuk pergi mengungsi. Mereka tinggal di rumah kerabat terdekat. Beberapa warga lain memilih bertahan, walaupun dalam kondisi kekurangan bahan makanan.
Pengakuan Ridwan, misalnya. Meski tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan karena banjir, dia memilih tetap berada di rumahnya. ”Yang dibutuhkan sekarang makanan,” ujarnya, kemarin pagi.
Sutriasih, warga lain, mengaku terpaksa mengonsumsi nasi basi. Sebab, dapur di rumah perempuan 62 tahun itu terendam. ”Nggak bisa masak. Dapur kebanjiran, terus elpiji terapung guling-guling gitu. Terpaksa, tadi makan nasi basi, nasi kemarin, nggak apa-apa lah,” ungkapnya.
Beberapa warga yang memiliki kerabat di luar kampung sedikit beruntung. Sebab, mereka mendapat kiriman makanan. Dapur umum yang semestinya menyiapkan makanan siap saji untuk warga terdampak banjir, baru dibuka Jumat siang di kantor Balai Desa Jotangan. Sampai pukul 15.00 WIB, tim Tagana Dinsos Pemkab Mojokerto dan sejumlah pihak masih mengolah makanan.
Selain di Desa Jotangan, banjir juga merendam permukiman warga Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol. ’’Ada 53 rumah dengan 77 kepala keluarga (KK) dan 30 hektare sawah terdampak banjir,” ujar Kepala Dusun Balongcangak Kusairi.
Kondisi banjir di perkampungan yang berada di utara Desa Jotangan tak jauh berbeda. Banjir yang merendam dua kampung tersebut terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Sumberkembar. Tanggul setinggi 3 meter yang melintasi Dusun Tambak Agung, Desa Kebondalem, itu terkikis sepanjang 20 meter.
”Jebol Kamis malam, sudah kami cek langsung ke lokasi,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rois Arif Budiman.
Tanggul jebol diduga akibat derasnya aliran sungai seiring hujan deras. Dia telah berkoordinasi dengan BBWS Brantas selaku pengelola aliran sungai untuk penanganan. Perbaikan darurat akan dilakukan setelah debit sungai menurun. ”Sudah kami koordinasikan dengan BBWS, untuk sekarang belum bisa ditangani karena masih deras,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
