
Para penari dari Sanggar Seni Manunggaling Dharmasastra. Istimewa
JawaPos.com–Sanggar Seni Manunggaling Dharmasastra bekerja sama dengan Rupbasan Kelas 1 Cirebon dan Forum Jurnalis Cirebon (FJC) selenggarakan pergelaran bebarang seni budaya. Kegiatan pentas seni itu diselenggarakan di Aula Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/11).
Kepala Rupbasan Kelas 1 Cirebon Fajar Nurcahyono mengapresiasi penyelenggaraan suguhan aneka tarian tradisional tersebut dan antusias warga yang hadir. ”Meski terbilang belia, anak-anak sanggar ini berhasil mempertontonkan kemampuan terbaik mereka. Keselarasan gerak tari dipadu gamelan tampak menjadi sebuah harmonisasi,” kata Fajar.
Dia berharap, dengan kegiatan pentas seni budaya tersebut, dapat lebih menarik minat generasi Z dalam mempelajari, mengembangkan, serta melestarikan seni tari tradisional. Sebab, itu semua merupakan aset budaya bangsa.
Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Cirebon (FJC) Andik Arsawijaya melihat pertunjukan pentas seni tari sebagai salah satu aset daerah dalam mendukung peningkatan kunjungan pariwisata. ”Semoga potensi ini bisa dilirik pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian seni budaya. Sehingga dampaknya bisa dirasakan para pelaku seni dan warga umumnya,” ungkap Andik.
Selain itu, menurut dia kegiatan itu merupakan contoh nyata generasi penerus dalam melestarikan seni budaya. ”Mudah-mudahan dengan pentas seni ini, bakat anak-anak tetap terpelihara. Dan seni tradisional tetap lestari di bumi Cirebon,” tutur Andik.
Pergelaran tersebut merupakan panggung apresiasi bagi anak-anak Sanggar Seni Manunggaling Dharmasastra. Dari hasil latihan, anak-anak berani tampil di depan umum, dan mampu menampilkan potensi masing-masing dalam bidang seni tari.
Dibawakan 20 penari, sedikitnya 6 tarian dipertunjukkan di hadapan para penonton. Di antaranya, tari topeng Samba, Tumenggung, dan Kelana; tari sintren, dan tari mojang.
Nana Surya Sukmawardhana, pimpinan Sanggar Seni Manunggaling Dharmasastra menyambut baik kolaborasi yang terbangun antara pihaknya, Rupbasan Kelas 1 Cirebon dan FJC. Dia berharap dengan pentas seni tersebut, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai budaya kearifan lokal.
”Nilai budaya sekarang sudah mulai tergerus peradaban modern. Sehingga dengan ajang ini mereka akan mencintai seni budaya kearifan lokal dan berperan aktif dalam pelestariannya,” kata Nana.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
