
Kompolnas ketika hadir di Polres Malang. Polda Jatim for JawaPos
JawaPos.com–Sebagai upaya transparansi, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawasi kinerja tim investigasi Tragedi Kanjuruhan Malang. Hari ini, Senin (3/10), mereka datang untuk mengawasi tim investigasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak Minggu (2/10).
Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto memastikan hadir untuk mengecek langsung. Meskipun pihaknya mendapat laporan up to date dari tim di lapangan.
”Kompolnas ingin melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Laporan resmi sudah diterima tapi kami ingin dialog dengan korban dan penonton. Kami juga bertemu dengan wartawan yang saat itu meliput. Kami juga bertemu para suporter,” papar Albertus Wahyurudhanto di Polres Malang.
Kedatangannya itu, kata dia, karena ingin mengetahui secara detail penyelenggaraan. Mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Menurut dia, tim investigasi Polri sejauh ini masih bekerja keras untuk melakukan penyelidikan. Sesuai perintah Ketua Kompolnas Mahfud MD, lanjut dia, pihaknya melakukan pengawasan terhadap kerja tim investigasi yang dibentuk Kapolri.
”Tim investigasi kini sedang bekerja keras untuk mengusut kasus ini. Tupoksi Kompolnas adalah melihat secara detail penyelenggaraan acara mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi,” ujar Albertus Wahyurudhanto.
Sejauh ini, lanjut dia, investigasi disebut bukan sekadar mencari siapa yang salah dalam tragedi tersebut. Namun menganalisis fakta sebagai bahan pembelajaran untuk dunia sepak bola Indonesia ke depan.
”Nah masalah soal keamanan, soal penyelenggaraan, soal penggunaan peralatan mengurai massa dinilai sah atau tidak, biarkan penyidik yang memutuskan. Kompolnas kan memantau," terang Albertus.
Dia menambahkan, investigasi akan dilakukan secara transparan. Kompolnas tidak akan menutup-nutupi fakta yang ada.
”Tidak usah khawatir ada yang ditutup-tutupi. Kami Kompolnas terbuka saja. Kita akan tanya secara detail ke semua petugas. Kita lihat secara seksama dan nanti hasilnya harus menjadi pembelajaran penting untuk kita semua,” ucap Albertus Wahyurudhanto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
