JawaPos.com - Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan mudik dan arus balik lebaran berjalan dengan baik. Polri juga dianggap menunjukan kemajuan kinerja karena memaksimalkan teknologi untuk membuat kebijakan pengamanan lalu lintas.
"Pendekatan penggunaan teknologi memungkinkan kebijakan-kebijakan yang diambil itu lebih objektif," kata Anam saat dihubungi, Selasa (31/3).
Anam mengatakan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dinilai telah memberikan intruksi yang jelas kepada para anggotanya. Sehingga, pola kerja di lapangan berjalan dengan baik.
Kapolri juga memperpanjang masa pengamanan arus balik 2026 yang dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret. Jajaran Polri diminta tetap berada di lapangan untuk memastikan masyarakat dapat kembali ke rumah dengan aman.
"Kepolisian memastikan tata kelola Operasi Ketupat berjalan dengan lancar, berbagai hambatan yang memungkinkan terjadi di jalan di wilayah itu dikurangi, ditekan siminim mungkin, tapi ini juga bagian dari bagaimana masyarakat juga bekerja sama dengan baik dengan cara memanfaatkan teknologi mematuhi semua rambu keselamatan dan keamanan," jelas Anam.
Kompolnas mendorong Polri terus meningkatkan kinerja berbasis teknologi. Pengawasan di jalur arteri maupun tol harus dilakukan proporsional.
"Saya kira belajar dari sistem yang dikembangkan yang basisnya e-tol yang bisa membuat kebijakan one way efektif itu bisa dikembangkan ke jalan-jalan arteri sehingga kenyamaan keselamatan warga untuk melakukan hajatan kebudayaan yang sangat besar ini bisa lancar," ucap Anam.
Lebih lanjut, Kompolnas mengapresiasi seluruh personel kepolisian, khususnya Korlantas Polri, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sehingga berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Jadi keberhasilan Operasi Ketupat saat ini adalah keberhasilan operasi bersama antara kepolisian dan masyarakat," pungkas Anam.
Sebelumnya, Operasi Ketupat 2026 telah ditutup dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret. Secara keseluruhan operasi dianggap berhasil mengendalikan kepadatan kendaraan.
"Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026. Secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Lebaran 2026 terjaga aman, tertib dan kondusif, tanpa kejadian menonjol," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3).
Berdasarkan data IRSMS Korlantas Polri jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kecelakaan lalu lintas secara nasional juga turun 5,31 persen dibanding tahun 2025.
"Jumlah fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Di mana pada tahun 2026 tercatat sebanyak 238 orang, sementara pada tahun 2025 mencapai 342 orang," jelas Agus.