
MENJAGA TRADISI: Prosesi ritual Labuhan Tutupan Suro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Pantai Parangendong, Gunungkidul, Jogjakarta, kemarin. Selain serangkaian pembacaan doa, dalam prosesi ini dilarung pula dua peti dan sejumlah sesajen melintas
JawaPos.com – Ratusan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengikuti upacara ritual Labuhan Tutupan Suro Tahun Ehe 1556 di Pantai Parangendog, Gunungkidul, Jogjakarta, kemarin (28/8). Sinuhun Panembahan Agung Tedjowulan menghadiri langsung upacara yang dipimpin Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Panembahan Pakoenegoro tersebut.
Garwadalem Kangjeng Gusti Ratu Mas, dua putri Sinuhun, dan seorang cucunya juga hadir beserta sejumlah pangeran sepuh. Berangkat dari Sasono Poernomo, Surakarta Hadiningrat, ritual diawali dengan Wilujengan Pepak Ageng oleh abdi dalem ngulama, dipimpin oleh Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Dwijo Adiprojo. Setiba di Parangendog, doa kembali dihaturkan, kali ini oleh abdi dalem Keputren, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Wahyupuspito.
Panembahan Pakoenegoro memimpin para abdi dalem melarung dua kendaga (peti) dan sejumlah sesajen, melintasi garis bibir pantai. Ombak seketika tenang tatkala itu. Setelah Panembahan Pakoenegoro membaca doa, ombak kembali datang.
Photo
MENJAGA TRADISI: Prosesi ritual Labuhan Tutupan Suro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Pantai Parangendong, Gunungkidul, Jogjakarta, kemarin. Selain serangkaian pembacaan doa, dalam prosesi ini dilarung pula dua peti dan sejumlah sesajen melintas garis bibir pantai. (ISTIMEWA UNTUK JAWA POS)
’’Berbeda dengan ritual-ritual rutin lain dalam kalender kegiatan Keraton Surakarta, Labuhan Tutupan Suro diadakan hanya jika ada dhawuh dalem atau perintah Sinuhun,” jelas Panembahan Pakoenegoro yang bernama asli Raden Mas Candra Malik dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, Labuhan di Parangendog itu diadakan untuk memperingati perjumpaan Raja Pertama Mataram Islam Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kencana Sari yang termasyhur dengan Ratu Laut Selatan. "Pesan Sinuhun, kita wajib iman kepada yang gaib sebagaimana dalam QS Al Baqarah ayat 3 dan menghormati sesama makhluk Allah,” katanya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
