Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Agustus 2022 | 21.35 WIB

Paksa Pasien Lahiran Normal, Janin Tak Bisa Keluar dan Meninggal

Tangkapan layar unggahan viral di Twitter. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Tangkapan layar unggahan viral di Twitter. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Viral unggahan seorang perempuan yang mengaku mendapat pelayanan buruk dari RSUD Jombang. Buruknya pelayanan itu berujung pada kematian bayi yang baru lahir.

Akun @MinDesiyaa menceritakan pengalamannya di Twitter. Awalnya, adik pemilik akun mengalami kontraksi. Keluarga pun membawa ke puskesmas.

Berawal dari kontraksi yang dialami adikku Kamis (28/7). sebut saja adiku Feri dan istrinya Ria. Ria yang saat itu ditemani ibunya datang ke pukesmas terdekat karena mengalami kontraksi yang tidak berhenti dari Rabu (27/7) malam,” tulisnya pada Minggu (31/7).

”Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dokter di pukesmas memutuskan untuk merujuk Ria ke rumah sakit, diantar salah satu perawat. Sesampainya di rumah sakit perawat pukesmas memberikan surat rujukan tersebut agar Ria segera ditangani operasi. Namun pihak rumah sakit menolak tindakan tersebut dan menyarankan agar Ria lahiran normal,” tulisnya lagi.

”Ria yang saat itu sudah tidak kuat menolak saran melahirkan normal dari rumah sakit, tapi pihak rumah sakit tetap memaksa dan pada akhirnya Ria mau tidak mau mengikuti prosedur rumah sakit,” lanjutnya.

”Saat proses persalinan, Ria mengejan hanya sampai kepala bayi yang keluar dan benar-benar sudah tidak kuat. Berat badan bayi yang besar dan pundak yang lebar membuat Ria kesusahan mengejan dan dokter sampai harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi,” tulis dia. 

”Namun semua itu gagal dan pada akhirnya dokter mengambil jalan untuk memotong kepala bayi karena bayi sudah meninggal karena terlalu lama terjepit lehernya. Setelah dipotong leher kembali dijahit dan bayi dikebumikan dengan layak oleh ayahnya. thread ini aku buat karena keluargaku hanya bisa pasrah, mau nuntut pun kita gak tau jalurnya dan pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” papar dia.

Saat dikonfirmasi, Yopi Widianto, 26, mengakui hal itu. Istrinya adalah Rohma Roudotul Jannah, 29, warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, kehilangan bayinya yang baru lahir.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono memastikan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke RSUD Jombang. Dinas Kesehatan Jombang juga telah dipanggil.

”Masih menunggu klarifikasi dari Dinkes dan RSUD Jombang,” kata Erwin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore