Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juli 2022 | 00.23 WIB

Ibu Mencuci Baju, Anak 13 Tahun Tewas Tenggelam di Bengawan Solo

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Cerita pilu bocah tenggelam kembali terjadi. Kali ini, tragedi itu terjadi di Bengawan Solo, wilayah Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro Kota, Jawa Timur. Korbannya, Ahmad Haris Lukmawan. Bersyukur, setelah melakukan pencarian tim SAR menemukan jasad bocah 3 tahun itu.

Seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Bojonegoro, peristiwa itu bermula Haris bermain bersama temannya di tepi Bengawan Solo. Saat itu, orang tuanya sedang mencuci pakaian. “Namun, karena korban tidak bisa berenang, akhirnya hanyut tenggelam,” ujar Agus Purnomo, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro.

Kejadian itupun membuat keluarga terpukul. Pencarian oleh warga setempat dilakukan. Warga juga melaporkan musibah itu ke petugas. Sebanyak 36 personel tim SAR gabungan BPBD diterjunkan ke lokasi. Penyisiran dengan menggunakan dua perahu karet. Hingga radius 1,5 kilometer dari titik tenggelam.

Proses pencarian dilakukan dengan cara teknik penjangkaran. Namun, hingga Kamis petang (14/7) jasad bocah itu tidak diketemukan. Akhirnya, pencarian dilanjutkan lagi Jumat (15/7) pagi. Tidak lama, sekitar pukul 08.30 WIB, jasad

Haris ditemukan. Lokasi penemuan jasad korban tak jauh dari titik awal tenggelam.

Menurut Agus, setelah dievakuasi, tim medis memeriksa visum luar jasad korban. “Korban meninggal dunia murni karena tenggelam di Bengawan Solo. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

Agus turut mengimbau, warga berhati-hati ketika beraktivitas di Bengawan Solo. Saat ini, tren tinggi muka air (TMA) memang sedang surut dan arus cenderung tenang. Namun, tak menutup kemungkinan arus air di bawah sungai tetap deras dan ditambah lagi kedalaman sungai bervariasi. ‘’Terutama anak-anak,’’ ucap dia.

Ketemu setelah 52 Hari Tenggelam

Sementara itu, pada hari yang sama (15/7), tim SAR gabungan BPBD juga mengevakuasi jenazad tenggelam di Bengawan Solo di wilayah Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Awalnya, identitas mayat belum diketahui. Karena itu, petugas membawa ke RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil identifikasi, akhirnya identitas mayat terungkap. Yakni, Ahmad Taufik, 31, warga Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor. Semula mayat sulit dikenali lantaran sudah tenggelam lebih dari satu bulan. ’’Selain hasil identifikasi, keluarga korban juga telah memastikan identitas jenazah bersangkutan,” kata Agus.

Taufik dilaporkan hilang pada 22 Mei 2022 lalu. Artinya, sudah sekitar 52 hari lalu. Dari informasi Sulami, ibu korban, sebelumnya Taufik terlihat duduk-duduk di tepi Bengawan Solo. Namun, hingga larut malam, pemuda itu tidak kunjung pulang. Keluarganya pun melakukan pencairan. Mereka mendapati sandal korban di tepi Bengawan Solo.

Kasus itupun dilaporkan ke petugas. Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan telah berlangsung selama seminggu. Namun, saat itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pencarian pun dihentikan. Ternyata, pada Jumat (15/7) warga melihat ada mayat terapung di Bengawan Solo. Dan, belakangan diketahui mayat itu adalah Taufik.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore