
Photo
JawaPos.com- Cerita pilu bocah tenggelam kembali terjadi. Kali ini, tragedi itu terjadi di Bengawan Solo, wilayah Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro Kota, Jawa Timur. Korbannya, Ahmad Haris Lukmawan. Bersyukur, setelah melakukan pencarian tim SAR menemukan jasad bocah 3 tahun itu.
Seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Bojonegoro, peristiwa itu bermula Haris bermain bersama temannya di tepi Bengawan Solo. Saat itu, orang tuanya sedang mencuci pakaian. “Namun, karena korban tidak bisa berenang, akhirnya hanyut tenggelam,” ujar Agus Purnomo, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro.
Kejadian itupun membuat keluarga terpukul. Pencarian oleh warga setempat dilakukan. Warga juga melaporkan musibah itu ke petugas. Sebanyak 36 personel tim SAR gabungan BPBD diterjunkan ke lokasi. Penyisiran dengan menggunakan dua perahu karet. Hingga radius 1,5 kilometer dari titik tenggelam.
Proses pencarian dilakukan dengan cara teknik penjangkaran. Namun, hingga Kamis petang (14/7) jasad bocah itu tidak diketemukan. Akhirnya, pencarian dilanjutkan lagi Jumat (15/7) pagi. Tidak lama, sekitar pukul 08.30 WIB, jasad
Haris ditemukan. Lokasi penemuan jasad korban tak jauh dari titik awal tenggelam.
Menurut Agus, setelah dievakuasi, tim medis memeriksa visum luar jasad korban. “Korban meninggal dunia murni karena tenggelam di Bengawan Solo. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Agus turut mengimbau, warga berhati-hati ketika beraktivitas di Bengawan Solo. Saat ini, tren tinggi muka air (TMA) memang sedang surut dan arus cenderung tenang. Namun, tak menutup kemungkinan arus air di bawah sungai tetap deras dan ditambah lagi kedalaman sungai bervariasi. ‘’Terutama anak-anak,’’ ucap dia.
Ketemu setelah 52 Hari Tenggelam
Sementara itu, pada hari yang sama (15/7), tim SAR gabungan BPBD juga mengevakuasi jenazad tenggelam di Bengawan Solo di wilayah Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Awalnya, identitas mayat belum diketahui. Karena itu, petugas membawa ke RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil identifikasi, akhirnya identitas mayat terungkap. Yakni, Ahmad Taufik, 31, warga Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor. Semula mayat sulit dikenali lantaran sudah tenggelam lebih dari satu bulan. ’’Selain hasil identifikasi, keluarga korban juga telah memastikan identitas jenazah bersangkutan,” kata Agus.
Taufik dilaporkan hilang pada 22 Mei 2022 lalu. Artinya, sudah sekitar 52 hari lalu. Dari informasi Sulami, ibu korban, sebelumnya Taufik terlihat duduk-duduk di tepi Bengawan Solo. Namun, hingga larut malam, pemuda itu tidak kunjung pulang. Keluarganya pun melakukan pencairan. Mereka mendapati sandal korban di tepi Bengawan Solo.
Kasus itupun dilaporkan ke petugas. Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan telah berlangsung selama seminggu. Namun, saat itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pencarian pun dihentikan. Ternyata, pada Jumat (15/7) warga melihat ada mayat terapung di Bengawan Solo. Dan, belakangan diketahui mayat itu adalah Taufik.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
